Kepala BPOM Malut Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas, Siap Tembus Pasar Global, Malut Go Ekspor 2026

Kepala BPOM Malut Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas, Siap Tembus Pasar Global, Malut Go Ekspor 2026
Kepala BPOM Malut Ermanto Siahaan pada kegiatan Kelas Siap Ekspor Program Malut Go Ekspor 2026 (Foto:Spektroom/BPOM Malut)

Ternate–Spektroom : Produk unggulan Maluku Utara tidak hanya dituntut mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga harus siap melangkah ke pasar global. Semangat tersebut tercurah dalam kegiatan Kelas Siap Ekspor Program Malut Go Ekspor 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Jumat (4/9/2026).

Bertempat di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara di Kota Ternate, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan diskusi langsung dengan pelaku usaha agar siap menghasilkan produk menembus pasar global melalui ekspor. Kegiatan ini didukung oleh Hindra Soe Consulting (HSC).

Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Maluku Utara di Sofifi, Ermanto Siahaan, S.Farm., Apt., M.M., hadir langsung sebagai narasumber membawakan materi tentang persyaratan dan prosedur penerbitan Surat Keterangan Ekspor (SKE). Melalui materi tersebut, peserta tidak saja mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan persyaratan keamanan dan mutu produk, pelaku UMKM juga diberikan strategi dan motivasi tentang bagaimana cara produk yang dihasilkan dapat bersaing dan menembus pasar internasional.

Menurut Ermanto, kegiatan semacam ini sejalan dengan model kolaborasi strategis antara Academia Bussiness and Goverment (ABG) yang dicetuskan oleh Kepala BPOM RI.

Disisi lain peluang ekspor harus diiringi dengan komitmen dan konsistensi pelaku usaha dalam memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh negara tujuan ekspor.

Syarat suatu produk dapat memperoleh Surat Keterangan Ekspor (SKE) dari Badan POM bukan saja produk sudah aman dan layak untuk dikonsumsi manusia (Health Certificate) tetapi juga telah memiliki izin untuk di edarkan di Indonesia (Certificate of Free Sale).

“Ini menjadi bukti keberpihakan pemerintah melalui BPOM bagaimana agar geliat pelaku usaha potensial di daerah terus berkembang dan naik kelas dengan cara meningkatkan daya saing produk serta dapat menembus pasar global,” ujar Ermanto.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat ekosistem produk ekspor di Maluku Utara. Dengan kesiapan yang semakin baik, produk-produk potensial daerah diharapkan mampu naik kelas dan membawa identitas serta potensi Maluku Utara semakin dikenal di pasar dunia.

Berita terkait

Pertamina, Unand, Pemprov Sumbar dan Dunia Usaha Kolaborasi Kembangkan Inovasi Energi

Pertamina, Unand, Pemprov Sumbar dan Dunia Usaha Kolaborasi Kembangkan Inovasi Energi

Padang-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan masa depan energi Sumbar tidak cukup hanya mengandalkan potensi sumber daya alam, perlu alternatif lain seperti pemanfaatan energi terbarukan. Penguasaan pengetahuan, teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi kunci untuk mengolah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi dan manfaat nyata bagi

Rafles