Kepri membutuhkan ekosistem ekonomi dan keuangan yang kuat guna mendukung dunia usaha.

Kepri membutuhkan ekosistem ekonomi dan keuangan yang kuat guna mendukung dunia usaha.
Pemotongan Tumpeng di lakukan RCEO Manara Bank Mandiri( Foto : dok.humas).

Batam – Spektroom : Soft Launching Kantor baru Manara Bank Mandiri Batam diresmikan penggunaannya oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau(Kepri) Nyanyang Haris Pratamura Senin(7/9/2026).

Peresmian tersebut ditandai dengan prosesi pemotongan Tumpeng oleh Regional CEO (RCEO) Bank Mandiri Region 1 Sumatera, I Gede Raka Arimbawa yang diserahkan kepada Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura.

Keberadaan kantor baru sekaligus memindahkan aktivitas pelayanan dari kantor lama ke lokasi baru yang lebih representatif.

Wagub mengatakan, geografis Provinsi Kepri menuntut ekosistem ekonomi dan keuangan yang kuat untuk mendukung dunia usaha.

“Provinsi Kepri memiliki posisi yang sangat strategis karena berhadapan langsung dengan jalur perdagangan internasional, serta memiliki kedekatan geografis dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi seperti Singapura dan Malaysia. Dengan karakteristik tersebut, Kepri membutuhkan ekosistem ekonomi dan keuangan yang kuat guna mendukung kebutuhan dunia usaha,” papar Nyanyang.

Menurutnya, sektor perbankan memiliki peran sangat penting, tidak hanya sebagai tempat menyimpan dan menyalurkan dana, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak perekonomian.

Perbankan memiliki peran dalam menyediakan pembiayaan bagi dunia usaha, mendukung investasi, memperkuat UMKM, memperluas inklusi keuangan, serta mendorong transformasi ekonomi digital. Karena itu, Pemprov Kepri menyambut baik semakin kuatnya kehadiran Bank Manara Mandiri di Batam.

Wagub Kepri menerima tumpeng dari RCEO Manara Bank Mandiri Foto : Dok Humas).

Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi, industri, perdagangan, jasa, pariwisata, digital, logistik hingga investasi, terus berkembang dan menciptakan kebutuhan terhadap layanan perbankan yang semakin cepat, mudah, aman, dan inovatif.

“Dalam konteks tersebut, kami berharap kehadiran Menara Bank Mandiri Batam dapat menjadi bagian dari ekosistem pertumbuhan tersebut,”jelasnya.

Keberadaan Bank Mandiri harus terus memperluas dukungannya kepada dunia usaha dan investor, melalui kemudahan akses pembiayaan serta berbagai layanan finansial yang mendukung aktivitas investasi, termasuk pelaku UMKM.

“Harapannya, agar semakin banyak usaha lokal di Kepulauan Riau yang dapat naik kelas, masuk ke rantai pasok industri, dan berikutnya mampu untuk terus memperluas akses pasarnya,”pinta Nyanyang.

Wagub juga mengakui, bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sedang Regional RCEO Bank Mandiri Region 1 Sumatera I Gede Raka Arimbawa mengatakan bahwa, kami saat ini telah membuka kantor pelayanan baru, dan memindahkan pelayanan dari kantor lama sebelumnya, dengan lebih memberikan berbagai kemudahan kepada seluruh nasabah.

“ Kantor baru kami, dilengkapi berbagai tampilan pembaruan visual dan berbagai fasilitas moderen lainnya, yang terus kami berikan. Sehingga keberadaan kami bisa selalu menjadi solusi finansial terbaik bagi bapak ibu semua,”jelasnya singkat.

Berita terkait

Jateng Antisipasi Dampak Erupsi Anak Krakatau terhadap Perjalanan Kafilah MTQ Nasional

Jateng Antisipasi Dampak Erupsi Anak Krakatau terhadap Perjalanan Kafilah MTQ Nasional

Semarang – Spektroom: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap perjalanan kafilah dari berbagai daerah yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Semarang. Sedikitnya 10 provinsi tercatat memiliki perjalanan yang berkaitan dengan Bandara Soekarno-Hatta, baik sebagai titik transit maupun bagian dari rute menuju Jawa Tengah.

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
BPBD Pemkab Bogor  Menyalurkan  4,8 Juta Liter Air Bersih Kepada Masyarakat Terdampak Kekeringan

BPBD Pemkab Bogor Menyalurkan 4,8 Juta Liter Air Bersih Kepada Masyarakat Terdampak Kekeringan

Bogor- Spektroom : Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengintensifkan penanganan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Hingga 6 September 2026, BPBD Pemkab Bogor telah menyalurkan lebih dari 4,8 juta liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak. Penanganan tersebut dilakukan sejak

Asmari, Bian Pamungkas