Ketahanan Keluarga Lansia di Maluku Utara, Target Lansia Berdaya Capai 202.03 Persen
Spektroom – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Maluku Utara mengumumkan hasil yang sangat memuaskan terkait capaian program Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan (BKL) di tahun 2025. Data per 24 November 2025 menunjukkan bahwa target jumlah Pemeriksaan Kesehatan Lansia di Provinsi Maluku Utara telah terlampaui, mencerminkan komitmen kuat berbagai lintas sektor dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.
Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara diwakili Ketua Tim Kerja Bina Keluarga Lansia dan Rentan Maujud IS Maya, M.Si kepada Spektroom Rabu (26/11/2025) menyatakan, Capaian ini adalah bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, kader, dan masyarakat dalam memprioritaskan kesejahteraan lansia. "Keluarga yang tangguh adalah kunci bagi lansia yang sehat dan bahagia. Kami bangga, hingga November 2025, kita berhasil melampaui target nasional,” ujar Maujud.
Capaian Utama Program BKL dan Lansia sampai 24 November 2025 untuk Anggota Bina Keluarga Lansia (BKL) di Provinsi Maluku Utara secara keseluruhan telah terlampaui secara signifikan. Target: 16.444 anggota. Capaian 16.918 anggota dengan Persentase 102,88 persen.
Tiga kabupaten/kota dengan capaian jumlah anggota BKL tertinggi yaitu Kota Tidore Kepulauan capaian 2.080 dari target 1.893. Kota Ternate capaian 2.317 dari target 2.259. Halmahera Selatan capaian 2.310 dari target 2.292.
Untuk Pemeriksaan Kesehatan Lansia menunjukkan pencapaian yang luar biasa, melampaui dua kali lipat target yang ditetapkan. Target Provinsi 2.703 lansia. Capaian Provinsi 5.461 lansia dengan Persentase Capaian 202,03 persen.
Kepulauan Sula menjadi daerah dengan capaian tertinggi 463,59 persen, diikuti Halmahera Barat 257,91 persen, dan Kota Ternate 247,04 persen.
Sekolah Lansia (SL) hingga Oktober 2025, tercatat sebanyak 13 Sekolah Lansia yang aktif di Maluku Utara. Total 141 siswa lansia aktif tercatat mengikuti kegiatan di Sekolah Lansia yang tersebar di beberapa kabupaten, termasuk Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Utara, dan Kota Ternate. Halmahera Selatan mencatat tiga Sekolah Lansia aktif di Kecamatan Bacan Timur.
Memastikan kualitas pendampingan, Maluku Utara juga mencapai hasil yang memuaskan dalam pelatihan kader. Total Kader yang sudah mengikuti Pelatihan dan melaporkan di SIGA 749 kader atau 135,69 persen dari target.
Upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian ini, BKKBN Maluku Utara akan memfokuskan strategi pada empat pilar utama di tahun 2026 dengan Peningkatan Kapasitas Kader dan Mitra Melalui pendampingan, edukasi, dan pelatihan untuk meningkatkan skill kader dalam pencatatan dan pelaporan.
Pendekatan dan Sosialisasi Manfaat Kegiatan Penguatan Branding Lansia Berdaya (SIDAYA) melalui Sekolah Lansia, Pemeriksaan Kesehatan dan sosialisasi manfaat menjadi anggota BKL.
Penguatan Lintas Sektor dengan Melakukan koordinasi dengan Puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan dan Pemerintah Desa serta lintas sektor terkait untuk mendukung kegiatan BKL maupun sarana rujukan konseling Satyagtra.
Penguatan Sistem Pelaporan, Memastikan akurasi data melalui aplikasi SIGA (untuk BKL dan Satyagatra) dan SIDAYA (untuk Pemeriksaan Kesehatan, Sekolah Lansia, dan PJP).
“Capaian ini adalah langkah maju dalam mewujudkan lansia tangguh di Maluku Utara, yang berkontribusi pada ketahanan keluarga dan pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ucap Maujud.