Ketika Api Mereda, Warga Galang Masih Bertahan di Pengungsian

Ketika Api Mereda, Warga Galang Masih Bertahan di Pengungsian
Team yg tergabung dalam penanggulangan Karhutla desa Galang masih mengendalikan bara api yg meresap di areal gambut agar tidak menyala lagi. (Foto: Dok Pusdalops PB BPBD Kalbar)

Spektroom – Asap tipis masih menggantung di udara Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Namun, di balik aroma gambut yang terbakar, ada kabar yang sedikit melegakan: intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah itu mulai menurun.

Sejak pagi hingga siang hari, petugas gabungan terus berjibaku memadamkan sisa-sisa api yang bertahan di lahan gambut.

Medan sulit, keterbatasan sumber air, serta hembusan angin kencang menjadi tantangan utama.

Api di lahan gambut tak hanya merambat di permukaan, tetapi juga bersembunyi di bawah tanah, siap menyala kembali kapan saja.

Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, ditemui Spektroom menjelaskan hingga Selasa (10/02/2026) pukul 12.30 WIB, kondisi di lapangan menunjukkan perkembangan positif.

“Informasi dari BPBD Mempawah, api sudah jauh berkurang.

Masih ada beberapa titik yang belum bisa dipadamkan maksimal karena lokasi kekurangan sumber air.
Asap juga mulai berkurang,” ujar Daniel.

Meski begitu, angin kencang sempat membuat situasi kembali menegangkan.

Api yang nyaris padam kembali membara, memaksa petugas melakukan pemadaman berulang.

Upaya pendinginan terus dilakukan oleh tim gabungan BPBD Kabupaten Mempawah, TNI, Polri, serta warga setempat agar api tidak merembet ke permukiman.

Di sisi lain, kehidupan warga berubah drastis. Asap pekat memaksa puluhan keluarga meninggalkan rumah mereka.

Dua rukun tetangga terdampak langsung, yakni RT 16 dan RT 01 RW 01. Seluruh warga RT 16
sebanyak 70 kepala keluarg
harus mengungsi, sementara sekitar 15 orang di RT 01 ikut terdampak.

Sebagian warga memilih bertahan di pos pengungsian sementara. Sebagian lainnya mengungsi mandiri ke rumah kerabat, baik di Desa Galang maupun ke Desa Nusapati.

Bagi mereka, mengungsi bukan hanya soal mencari udara bersih, tetapi juga menjaga anak-anak dan orang lanjut usia dari risiko gangguan pernapasan.

Daniel juga meluruskan kabar meninggalnya seorang warga yang sempat dikaitkan dengan karhutla. Ia menegaskan peristiwa tersebut tidak berhubungan langsung dengan kebakaran.

“Warga yang meninggal memang sudah lama mengidap asma, dan rumahnya jauh dari lokasi karhutla. Jadi tidak terkait langsung,” tegasnya.

Dampak kesehatan tetap menjadi perhatian. Dua warga dilaporkan harus mendapatkan perawatan di RS Rubini Mempawah akibat paparan asap, sementara pendataan warga yang berobat ke puskesmas masih terus dilakukan.

Saat api mulai jinak, harapan perlahan tumbuh. Pemerintah daerah dan petugas di lapangan menegaskan fokus utama tetap pada pemadaman lanjutan, perlindungan warga, dan pemulihan kondisi desa.

“Kami ingin memastikan api benar-benar padam dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” pungkas Daniel.

Berita terkait

Angin Kencang Terjang Jalur Nasional Jember–Bondowoso, Pohon Tumbang Timpa Pengendara dan Ganggu Lalu Lintas

Angin Kencang Terjang Jalur Nasional Jember–Bondowoso, Pohon Tumbang Timpa Pengendara dan Ganggu Lalu Lintas

Spektroom - Bencana angin kencang disertai hujan deras melanda wilayah Kabupaten Jember di sepanjang Jalan Nasional Jember–Bondowoso, tepatnya di Desa Candijati Kecamatan Arjasa dan Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kejadian tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang menutup badan jalan, menimpa jaringan listrik, serta berdampak langsung pada aktivitas

Budi Sucahyono
Jelang Imlek dan Bulan Ramadhan 1447 H,di Bengkalis Bahan Pokok Stabil dan Terpenuhi

Jelang Imlek dan Bulan Ramadhan 1447 H,di Bengkalis Bahan Pokok Stabil dan Terpenuhi

Spektroom - Menjelang perayaan Hari Raya Imlek dan memasuki bulan suci Ramadhan, ketersediaan serta harga bahan pokok di Kabupaten Bengkalis terpantau aman dan relatif stabil. Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi guna menjaga daya beli masyarakat. Disdagperin Kabupaten Bengkalis

Salman Nurmin
Wamenkop Pastikan Dukungan dan Pendampingan Berkelanjutan KDKMP Kelurahan Air Kepala Tujuh

Wamenkop Pastikan Dukungan dan Pendampingan Berkelanjutan KDKMP Kelurahan Air Kepala Tujuh

Spektroom– Kementerian Koperasi (Kemenkop) komitmen untuk terus dalam mendampingi operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia salah satunya di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kota Pangkal Pinang. Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menjelaskan bahwa saat ini Kemenkop secara pararel terus melakukan upaya pendampingan dan penguatan

Nurana Diah Dhayanti