Ketika Persahabatan Menjadi Aksi Nyata, Indonesia Beri Penghargaan untuk Personel JSDF
Kubu Raya-Spektroom : Asap yang sempat menyelimuti langit Kalimantan Barat dalam beberapa pekan terakhir bukan hanya menghadirkan tantangan bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia.
Di tengah upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bantuan juga datang dari negeri yang berjarak ribuan kilometer: Jepang.
Hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang mendapatkan makna baru.
Bukan melalui forum diplomasi atau pertemuan resmi di ruang konferensi, melainkan melalui penghargaan yang diberikan kepada personel Japan Self-Defense Force (JSDF) atas kontribusi mereka membantu penanganan karhutla di Indonesia.
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin hadir langsung dalam agenda penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Dharma Samudera kepada personel JSDF.
Penghargaan tersebut diberikan di atas kapal perang JMSDF JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Di tengah hamparan laut dan aktivitas pelabuhan yang sibuk, momen itu menjadi simbol bahwa kerja sama antarnegara tidak selalu berbicara tentang kekuatan militer atau kepentingan strategis.
Kadang, kerja sama justru menemukan maknanya ketika kemanusiaan menjadi tujuan bersama.
Bagi masyarakat Kalimantan Barat yang beberapa waktu terakhir menghadapi dampak karhutla, bantuan dari Jepang menjadi bagian dari ikhtiar besar meminimalkan bencana.
Kehadiran personel JSDF dengan dukungan peralatan dan kemampuan yang mereka miliki memperlihatkan bagaimana solidaritas dapat melampaui batas wilayah dan bahasa.
Kedatangan Menteri Pertahanan RI beserta rombongan melalui Lanud Supadio, Kubu Raya, turut mendapat dukungan penuh dari jajaran TNI Angkatan Udara.
Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono ditemui Kamis (1/10/2026) menegaskan,
dibalik prosesi seremoni penghargaan tersebut, tersimpan pesan yang lebih besar.tegasnya.
Karhutla bukan hanya persoalan lokal, tetapi tantangan yang dampaknya dirasakan luas, mulai dari gangguan kesehatan, transportasi udara, hingga lingkungan hidup.
"Karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi banyak pihak, termasuk dukungan dari negara sahabat," ujarnya.
Momentum penghargaan kepada personel JSDF menjadi pengingat bahwa hubungan Indonesia dan Jepang telah berkembang melampaui kerja sama ekonomi dan pertahanan. Ujar Sidik Setyono.
Persahabatan itu hadir dalam bentuk nyata saat dibutuhkan.
Ketika api mengancam hutan dan lahan, serta asap membatasi pandangan, solidaritas justru memperlihatkan arah yang jelas.
Dari Kalimantan Barat, Indonesia menunjukkan rasa terima kasihnya. Sementara Jepang membuktikan bahwa persahabatan sejati tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan, pungkasnya