Kodam Jaya dan Dinas Lingkungan Hidup DKI ( DLH) Kelola 5,5 Ton Limbah Elektronik

Kodam Jaya dan Dinas Lingkungan Hidup DKI ( DLH) Kelola 5,5 Ton Limbah Elektronik
Pangdam jaya saat berdialog dengan kadis DLH, foto Dispen Kodam jaya,senin ( 16/2/2026 )

Spektroom - Ditengah meningkatnya ancaman pencemaran limbah elektronik di kawasan perkotaan, Kodam Jaya bersama Dinas lingkungan hidup Propinsi DKI Jakarta mengambil langkah konkret. Sebanyak 5,5 ton lebih e-waste berhasil dihimpun dan diserahkan untuk dikelola sesuai standar limbah B3.

"Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen program Jaga Jayakarta, Jaga Bumi. Hal ini memperluas makna pengamanan wilayah bukan hanya pada aspek teritorial, tetapi juga berkelanjutan lingkungan hidup " Jelas Pangdam Jaya, Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P, M.Si.

Dikatakan, pengumpulan dilakukan secara terstruktur oleh jajaran Satkowil dan Sat.Non Kowil Kodam, dengan dukungan aktif Persit Kartika Chandra Kirana, PD Jaya yang menggerakkan keluarga prajurit serta masyarakat untuk menyalurkan limbah elektronik kejalur pengelola resmi.

Dikatakan total lebih limbah elektronik tersebut secara resmi diserahkan kepada DLH Propinsi DKI Jakarta untuk diproses melalui mekanisme pengelolaan limbah berbahaya dan beracun ( B3 )

"Menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab kolektif , menjaga wilayah tidak hanya soal batas geografis, tetapi juga menjaga tanah dan air tetap aman. Melalui program jaga Jayakarta, jaga bumi, memastikan limbah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang " Ujar Mayjen TNI Deddy Suryadi. (16/2/2026).

Kepala dinas lingkungan hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto, SE, M.Si, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut, DLH bekerja sama Kodam Jaya dalam kegiatan yang sangat luar biasa, ini ya pertama kalinya sebuah unit kerja secara terstruktur menggerakkan pengumpulan e - waste dalam skala besar yang mencapai lebih dari 5,5 ton.

Komitmen ini dan kerjasama ini terus berlanjut tidak hanya pada e - waste tetapi juga dalam program lingkungan hidup lainnya.

Limbah elektronik mengandung zat berbahaya seperti timbal , merkuri dan kadmium yang dapat mencemari tanah dan air serta berdampak pada kesehatan. Melalui pengelolaan resmi komponen elektronik dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku seperti alumunium , tembaga bahkan emas dari papan sirkuit.

Momentum tersebut ditandai dengan penukaran plakat sebagai simbol penguatan antara perwakilan Kodam Jaya dan kepala dinas lingkungan hidup DKI Jakarta sebagai simbol sinergi dalam menjaga lingkungan hidup.

Berita terkait

Pembangunan Sabo Dam  Untuk Kendalikan  Banjir Bandang di Tapanuli Selatan Dipercepat

Pembangunan Sabo Dam Untuk Kendalikan Banjir Bandang di Tapanuli Selatan Dipercepat

Spektroom  – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan sabo dam di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sebagai langkah strategis pengendalian banjir bandang. Konstruksi ditargetkan selesai pada Mei 2026 melalui skema design and build agar pelaksanaan lebih efisien dan cepat. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo

Nurana Diah Dhayanti
Menkop Tekankan Potensi Desa Bakal Diorganisir Dalam Wadah Kopdes Merah Putih

Menkop Tekankan Potensi Desa Bakal Diorganisir Dalam Wadah Kopdes Merah Putih

Spektroom - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan, seluruh potensi ekonomi yang dimiliki daerah, khususnya di desa-desa, akan dikelola, dimanfaatkan, dan diorganisir secara profesional dalam wadah Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Sehingga, potensi tersebut bisa menghasilkan nilai ekonomis yang bisa dirasakan masyarakat desa. "Saatnya sekarang seluruh pelaku

Nurana Diah Dhayanti
Sekdaprov Sumbar Tegaskan Penataan Lembah Anai Harus Ditindaklanjuti demi Keselamatan Masyarakat

Sekdaprov Sumbar Tegaskan Penataan Lembah Anai Harus Ditindaklanjuti demi Keselamatan Masyarakat

Spektroom — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan penataan kawasan Lembah Anai benar-benar ditindaklanjuti, terutama pascabencana banjir hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun 2025 lalu. Penegasan itu disampaikan Arry saat meninjau kawasan sungai yang terdampak bencana di Lembah Anai, Senin (16/2/2026)

Rafles