Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel Aksi Damai di Car Free Day Jember
Spektroom - Suasana ramai acara Car Free Day (CFD) di alun-alun Jember, Jawa Timur, dimanfaatkan oleh ratusan aktivis Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel (KUMAIL) menyampaikan aspirasi melalui aksi damai, pada Minggu (15/02/2026).
Juru bicara Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel (KUMAIL), Nasir Dimyati, kepada spektroom.co.id mengatakan, bahwa bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BoP) melanggar UUD 1945, yang menolak segala bentuk penjajahan di dunia. Senada dengan Nasir, aktivis Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel (KUMAIL) Kholilah menyerukan agar pemerintah tarik diri dari BoP.
“Rakyat Indonesia solid mendukung Palestina. Kami tolak dewan palsu Trump yang abaikan Gaza. Solidaritas umat harus diwujudkan dengan boikot total terhadap produk Israel dan sekutunya,” dalam orasinya di hadapan massa, sambil meneriakkan takbir.
Aksi itu mengecam kekerasan Israel di Gaza yang didukung Amerika Serikat, serta kebijakan Indonesia bergabung dalam Board of Peace dewan perdamaian internasional yang digagas mantan Presiden AS Donald Trump tanpa melibatkan perwakilan Palestina. Massa membawa berbagai spanduk bertuliskan “Hentikan Genosida di Gaza!” dan “Indonesia Jangan Khianati Palestina!”.
Aktivis Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel (KUMAIL) secara bergantian menyampaikan orasi, menyoroti serangan Israel yang telah menewaskan ribuan warga sipil Palestina sejak eskalasi konflik akhir 2025. Mereka juga mengkritik BoP sebagai upaya “menghapus eksistensi Palestina“, karena tidak mengakui kelompok pejuang seperti Hamas.
Pernyataan resmi KUMAIL, kebijakan Trump yang membentuk BoP pada Januari 2026 dianggap sebagai “alat kolonialisme baru”. Dewan itu, yang di klaim sebagai forum perdamaian global, justru mengecualikan suara Palestina, sementara Indonesia secara mendadak bergabung seminggu lalu tanpa konsultasi publik luas. Langkah ini memicu kecaman dari Wakil Ketua Biro Politik Hamas, Osama Hamdan, yang menyebutnya “pengkhianatan terhadap perjuangan umat Islam”.
Aksi berlangsung damai di bawah pengawasan ketat aparat keamanan. Satpol PP Pemkab Jember mengerahkan puluhan personel untuk menjaga kelancaran aksi damai. Mereka membubarkan diri dengan tertib setelah menyebarkan petisi, menuntut Indonesia keluar dari BoP dan tingkatkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.