Kontraktor Tinggalkan Proyek pada 2025, Pemkot Batu Kebut Penyelesaian Tiga Sekolah
Batu-Spektroom: Pemerintah Kota Batu mempercepat upaya penyelesaian pembangunan tiga sekolah negeri yang mangkrak setelah kontraktor pelaksana meninggalkan proyek sebelum pekerjaan selesai pada 2025.
Untuk menuntaskan pembangunan tersebut, pemerintah menyiapkan skema pendanaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp 2 miliar.
Tiga sekolah yang terdampak penghentian proyek itu adalah SMP Negeri 4 Kota Batu, SD Negeri Temas 1, dan SD Negeri Sisir 1. Akibat belum rampungnya pembangunan, sejumlah fasilitas pendidikan belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah melakukan kajian menyeluruh agar pembangunan yang terhenti dapat segera dilanjutkan tanpa menabrak ketentuan yang berlaku.
“Pemkot sudah mengkaji seluruh persoalan yang ada, termasuk aspek teknis dan dasar hukumnya. Tujuannya agar pembangunan ruang kelas yang saat ini terhenti bisa segera dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Alfi, Kamis (4/6/2026).
Menurut dia, penggunaan anggaran BTT menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk mempercepat penyelesaian proyek. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan ruang belajar yang mendesak menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.
Saat ini, sebagian siswa masih harus memanfaatkan ruang perpustakaan atau menggunakan ruang kelas secara bergantian karena keterbatasan fasilitas yang tersedia. Kondisi itu membuat proses belajar mengajar belum berjalan secara ideal.
Alfi menegaskan sektor pendidikan tidak boleh terdampak lebih lama akibat persoalan yang ditinggalkan pihak kontraktor. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mencari mekanisme tercepat agar pembangunan dapat kembali berjalan.
“Yang menjadi perhatian utama kami adalah bagaimana fasilitas pendidikan ini bisa segera dimanfaatkan kembali oleh siswa. Namun seluruh langkah yang diambil harus memiliki dasar hukum yang kuat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.
Pemkot Batu menargetkan pembangunan yang sempat terhenti tersebut dapat segera dilanjutkan sehingga ruang kelas baru bisa digunakan oleh peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027. Selain itu, pemerintah berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun anggaran.
“Fasilitas pendidikan harus segera diselesaikan. Kami ingin ruang kelas dan sarana pendukung lainnya dapat kembali digunakan sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan normal tanpa hambatan,” kata Alfi.
Pemerintah Kota Batu memastikan penyelesaian tiga proyek sekolah tersebut menjadi prioritas. Selain untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, percepatan pembangunan juga diharapkan dapat mengakhiri persoalan keterbatasan ruang belajar yang selama ini dialami siswa di ketiga sekolah tersebut.