Korve Tubaba Asri di 17 Titik Strategis, Warnai Peringatan HUT Ke 17 Kabupaten Tulang Bawang Barat

Korve Tubaba Asri di 17 Titik Strategis, Warnai Peringatan HUT Ke 17 Kabupaten Tulang Bawang Barat
Korve Tubaba Asri (Foto Diskominfo Tubaba).

Tubaba - Spektroom: Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar aksi kebersihan massal bertajuk "Korve Tubaba Asri" (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) pada Kamis (2/4/2026). Aksi gotong royong ini dilaksanakan secara serentak di 17 titik wilayah Tubaba sebagai rangkaian utama menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tubaba yang ke-17.

Kegiatan diawali dengan apel pagi di Kompleks Perkantoran Pemda Tubaba. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT), Sofiyan Nur, S.Sos., M.IP., memimpin apel sekaligus memberikan arahan kepada para peserta apel.

Dalam sambutannya, Sofiyan Nur menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial ulang tahun daerah, melainkan implementasi dari instruksi Presiden Republik Indonesia untuk menanamkan kembali rasa cinta terhadap lingkungan.

"Pimpinan telah menegaskan bahwa kebersihan harus menjadi budaya. Seluruh aparatur diminta meluangkan waktu 30 menit sebelum memulai tugas untuk membersihkan lingkungan kerja, baik di dalam maupun di luar ruangan," ujar Sofiyan di hadapan peserta apel.

Aksi ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, hingga pelaku usaha. Sebanyak 17 lokasi, sesuai usia Kabupaten Tulang Bawang Barat, menjadi titik Korve.

Fasilitas Publik, Islamic Center, GOR Kagungan Ratu, Kawasan Uluan Nughik, dan Taman Las Sengok.

Kemudian pusat perekonomian, Pasar Daya Murni, Pulung Kencana, Mulya Asri, Panaragan Jaya, hingga pasar di Kecamatan Lambu Kibang.

Selanjutnya kawasan Pendidikan & Kesehatan, seluruh sekolah dan fasilitas kesehatan di wilayah Tubaba serta kawasan Hijau, Taman Agro Wisata, Taman Pulung Kencana, dan pemukiman warga di tingkat Tiyuh (desa).

Pegiat Korve tampak antusias membawa perlengkapan bersih bersih seperti cangkul, arit, sapu, dan kantong sampah. Menariknya, setiap peserta juga diwajibkan membawa tumbler (botol minum isi ulang) guna meminimalisir penggunaan botol plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.

Di sela-sela korve, Sofiyan Nur juga memberikan informasi terkait rencana penyesuaian pola kerja di lingkungan Pemkab Tubaba. Mengingat kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi, pemerintah sedang memproses regulasi kerja dari rumah (Work From Home/WFH) dan kerja dari kantor (Work From Office/WFO).

"Kabag Organisasi sedang memproses surat edaran Bupati terkait WFH dan WFO. Namun perlu dicatat, WFH bukan berarti libur. Pegawai tetap wajib melaksanakan tugas dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada. Kinerja tidak boleh menurun," jelas Sofiyan.

Giat Korve Tubaba Asri ini diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan antar-elemen masyarakat dan pemerintah, sekaligus memastikan Kabupaten Tulang Bawang Barat tampil dalam kondisi prima saat merayakan pertambahan usianya yang ke-17.

Untuk diketahui Kabupaten Tulang Bawang Barat lahir sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang, berdasarkan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2008, tanggal 26 November 2008, tentang Pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung.

Namun sebelum kemerdekaan RI, wilayah ini disebut dengan Megou Pak Tulang Bawang. Wilayah Megou Pak Tulang Bawang didiami oleh empat marga, yaitu Marga Buay Tegamoan, Marga Buay Bulan, Marga Buay Suwai Umpu, dan Marga Buay Aji.

Kemudian, pada Jum’at, 3 April 2009 dilantiklah Penjabat Bupati Tulang Bawang Barat oleh Menteri Dalam Negeri yang selanjutnya ditetapkan menjadi hari jadi sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2012 tentang Hari Jadi Kabupaten Tulang Bawang Barat. (@Ng).

Berita terkait

Pengabdian untuk Komunikasi Publik, Penyiaran dan Tata Kelola Informasi Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si

Pengabdian untuk Komunikasi Publik, Penyiaran dan Tata Kelola Informasi Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si

Jakarta-Spektroom : Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) menganugerakan penghargaan "Kartini Award Perempuan Tangguh Indonesia" kepada 11 orang sosok perempuan tangguh dari berbagai bidang pengabdian. Salah seorang diantaranya adalah Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si, Anggota Dewan Pers sebagai Tokoh Literasi Digital dan Penjaga Etika Informasi Publik. Siapa sebenarnya Dr.

Rafles