Kota Depok Dipilih Sebagai Pilot Project Akselerasi Sirkularitas Pengelolaan Sampah Organik
Depok-Spektroom : Dipilihnya Kota Depok menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota sebagai pilot project akselerasi sirkularitas pengelolaan sampah organik oleh Kementerian Lingkungan Hidup (Kementerian LH) Republik Indonesia dinilai menjadi kesempatan untuk memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumber.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Reni Siti Nuraeni menyambut baik dipilihnya Kota Depok pada program tersebut.
" Program tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kota Depok untuk secara bertahap mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA Cipayung.Konsep sirkularitas itu sederhana, sampah organik jangan langsung berakhir di TPA, tetapi dikembalikan menjadi sesuatu yang bermanfaat baik melalui komposting, budidaya maggot, maupun bentuk pengolahan organik lainnya sesuai karakter wilayah," Jelasnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Depok Reni Siti Nuraeni, selasa, (6/10/2026).
Program tersebut nantinya akan didorong mulai dari sumbernya.Jadi masyarakat tidak hanya diminta membuang sampah dengan benar, tetapi mulai memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
"Untuk sampah organik, lanjutnya, pengolahan akan diperkuat sedekat mungkin dengan sumbernya.Baik di tingkat rumah tangga, RW, kawasan, pasar, sekolah, maupun fasilitas lainnya.Program pengolahan sampah organik berbasis masyarakat yang telah berjalan di Kota Depok juga akan menjadi bagian yang dapat diintegrasikan dan diperkuat melalui pilot project tersebut." Kata Reni
Yang penting bagi kami, pilot project ini nantinya tidak berhenti pada kegiatan percontohan. Harus ada model yang jelas, bagaimana pemilihannya, siapa yang mengolah, teknologi atau metode apa yang digunakan, bagaimana hasil olahannya dimanfaatkan, sampai bagaimana model tersebut dapat direplikasi ke wilayah lain di Kota Depok .
Reni berharap, program ini dapat menghasilkan model pengelolaan sampah organik yang benar-benar bisa diterapkan dan diperluas di Kota Depok.
Target akhirnya, lanjut Reni, bukan hanya keberhasilan pilot project, tetapi adanya perubahan sistem dalam pengelolaan sampah.
"Sampah organik yang sebelumnya diangkut dan dibuang ke TPA diharapkan semakin banyak diselesaikan sejak dari sumber.Kalau ini berjalan konsisten, dampaknya akan sangat besar. Volume sampah yang diangkut berkurang, beban TPA Cipayung menurun, emisi dari sampah organik dapat ditekan, dan pada saat yang sama kita bisa menghasilkan nilai ekonomi dari sampah,” Ujar Reni
"Jadi kami ingin momentum ini menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah Kota Depok, dari pola kumpul–angkut–buang menuju pilah–olah–manfaatkan,” pungkasnya.