Kunjungan Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.PK(K). FISR, ke Kota Bukittinggi

Kunjungan Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.PK(K). FISR, ke Kota Bukittinggi
Wamenkes mengunjungi RS,Otak DR.Mohammad Hatta Bukittinggi. (Foto: dok. Jma)

Bukittinggi-Spektroom : Tepat pukul 11.37 WIB, rombongan Wamenkes tiba dengan pengawalan kendaraan dinas dan langsung menuju Rumah Sakit Otak DR Mohammad Hatta Bukittinggi setelah sebelumnya melakukan kunjungan serupa ke RSAM Bukittinggi, UPN, dan RSUD Bukittinggi.

Kehadiran dr. Benjamin Paulus Octavianus., Sp.P(K).FISR bersama 2 Anggota DPR RI yakni Prof. dr. Suir Syam.M.Kes dan Ade Rezki Pratama,SE.MM bukan sekadar agenda seremonial pemerintahan.

Di balik kunjungan itu tersimpan kepedulian besar terhadap wajah pelayanan kesehatan di daerah, terutama bagaimana rumah sakit-rumah sakit rujukan terus berjuang menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang layak.

Di hadapan jajaran manajemen dan tenaga medis RSOMH Bukittinggi, Wamenkes menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi rumah sakit yang terus dipadati pasien, sementara kapasitas layanan masih terbatas.

Menurutnya, anggaran kesehatan yang diberikan pemerintah harus benar-benar tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

“Saya cukup miris ketika melihat nama besar seorang tokoh dilekatkan pada rumah sakit, tetapi pasiennya justru membludak dan fasilitas belum sepenuhnya memadai. Menghormati nama besar tokoh berarti juga harus menyesuaikan kualitas bangunan, pelayanan, dan kenyamanan rumah sakitnya,” ungkapnya dengan nada serius namun penuh empati.

Pernyataan itu menjadi refleksi mendalam bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal gedung dan alat medis, tetapi juga tentang penghormatan terhadap kemanusiaan.

Rumah sakit, kata dia, harus hadir sebagai tempat yang memberi harapan dan rasa aman bagi masyarakat yang datang membawa rasa sakit dan kecemasan.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, persoalan keterbatasan SDM kesehatan menjadi salah satu isu utama yang dibahas.

Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus,Sp.PK(K).FISR mendengarkan langsung berbagai tantangan yang dihadapi tenaga medis dan manajemen rumah sakit, mulai dari kebutuhan dokter spesialis hingga penguatan layanan kesehatan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Otak DR Mohammad Hatta Bukittinggi, Dr. Yusirwan, Sp.B,Sp.BA(K),MARS menjelaskan bahwa RSOMH Bukittinggi kini telah berkembang menjadi rumah sakit rujukan yang melayani pasien dari tiga provinsi. Bahkan, sekitar 30 persen pasien yang datang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Menurutnya, tingginya kepercayaan masyarakat terhadap RSOMH menjadi motivasi besar bagi rumah sakit untuk terus berkembang.

Salah satu layanan unggulan yang terus diperkuat adalah penanganan stroke, di mana pasien kini tidak perlu lagi melalui proses rujukan berjenjang untuk mendapatkan pelayanan cepat.

“Kami ingin ke depan RSOMH Bukittinggi menjadi pusat neuro restorasi. Itu menjadi cita-cita besar kami demi menghadirkan pelayanan kesehatan saraf yang lebih lengkap dan modern,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini RSOMH memiliki lahan seluas 12.356 meter persegi yang disiapkan untuk pengembangan rumah sakit. Namun, upaya perluasan layanan masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi fasilitas maupun dukungan tenaga kesehatan.

Meski demikian, semangat untuk terus membangun pelayanan kesehatan yang lebih baik tidak pernah surut. Harapan besar kini tertuju pada dukungan pemerintah pusat agar pengembangan rumah sakit dapat berjalan lebih maksimal tanpa terhambat persoalan klasifikasi layanan maupun keterbatasan anggaran.

Kunjungan Wamenkes RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.PK(K).FISR ke Bukittinggi hari itu bukan hanya menjadi agenda pemerintahan semata.

Di balik setiap dialog dan peninjauan ruangan, tersimpan harapan ribuan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yang manusiawi, cepat, dan berkualitas.

RSOMH Bukittinggi hari ini mungkin masih bergelut dengan berbagai keterbatasan. Namun dari rumah sakit itulah lahir semangat besar bahwa pelayanan kesehatan terbaik tidak boleh hanya dinikmati masyarakat kota besar.

Karena pada akhirnya, kesehatan adalah hak setiap warga negara, tanpa memandang jarak dan daerah tempat tinggalnya. (Rita)

Berita terkait

Sekda Rovanly Abdam: Geopark Memiliki Peran Lebih dari Sekedar Objek Penelitian

Sekda Rovanly Abdam: Geopark Memiliki Peran Lebih dari Sekedar Objek Penelitian

Sawahlunto-Spektroom : Sawahlunto menjadi tempat pembukaan kegiatan sosialisasi kerja praktek lapangan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Riau, Rabu (13/5/2026). Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams, mewakili Wali Kota. Fokus kegiatan tahun ini adalah penelitian studi geologi di kawasan situs Geopark Nasional Sawahlunto. Para dosen dan mahasiswa

Wiza Andrita, Rafles
Meski Diguyur Hujan, Pasar Murah Pemkab Dharmasraya di Koto Baru Diserbu Warga

Meski Diguyur Hujan, Pasar Murah Pemkab Dharmasraya di Koto Baru Diserbu Warga

Dharmasraya–Spektroom : Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kumperdag) menggelar pasar murah di Kantor Wali Nagari Koto Baru, Rabu (13/05/2026), sebagai langkah menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Meski hujan mengguyur sejak pagi, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Warga,

Riswan Idris, Rafles
Sambut Wamenkes RI, Wabup Ahmad Fadly Sebut Kunjungan Jadi Angin Segar bagi Sektor Kesehatan Tanah Datar

Sambut Wamenkes RI, Wabup Ahmad Fadly Sebut Kunjungan Jadi Angin Segar bagi Sektor Kesehatan Tanah Datar

Padang-Spektroom : Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menyambut langsung kedatangan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Wamenkes RI) dr. Benyamin Paulus Octavianus dalam kunjungan kerja ke Sumatera Barat, Selasa (12/5/2026). Penyambutan dilakukan di ruang VVIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman. Dalam agenda kerjanya, Wamenkes RI dijadwalkan melakukan

Riswan Idris, Rafles