Kyai Karismatik KH Ahmad Hadlor Wafat, Ribuan Pelayat Padati Rumah Duka
Spektroom – Kyai karismatik sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlah, Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, KH Ahmad Hadlor meninggal dunia pada Sabtu (14/2/2026). Kepergian ulama kharismatik tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, santri, serta masyarakat luas.
Ribuan pelayat dari berbagai kalangan, mulai dari santri, para kyai, tokoh masyarakat, hingga pejabat daerah, memadati rumah duka untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir. Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai sosok kyai panutan yang aktif di berbagai lembaga dan organisasi kemasyarakatan, di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap sosok KH Ahmad Hadlor. Ia mengenang almarhum sebagai pribadi yang ceria, ramah, dan pandai mencairkan suasana.
“Beliau lama di kepengurusan NU, selalu ceria dan ramah. Saat situasi tegang, beliau pandai bercerita hingga suasana kembali cair,” ujar Pengasuh Ponpes Al Itqon, Bugen, Kota Semarang itu.
Ketua MWC NU Kecamatan Tugu, Muhammad Sabiq Kamalul Haq, juga menilai almarhum sebagai sosok yang sangat disiplin dalam mengatur waktu. Ia mengenang KH Ahmad Hadlor selalu mengajar santri sesuai jadwal, meskipun tengah menghadiri kegiatan di luar pondok.
“Manajemen waktu beliau luar biasa. Ngaji tidak pernah libur. Meski ada acara di luar, ketika waktu mengaji tiba, beliau sudah kembali ke pondok,” kenangnya.
Rasa kehilangan turut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang datang melayat ke rumah duka. Menurutnya, selama memimpin BAZNAS Jawa Tengah, almarhum banyak memberikan solusi inovatif dalam menyelesaikan persoalan umat.
“Kontribusi beliau di BAZNAS Jateng luar biasa. Kepergian beliau membuat kita kehilangan. Insyaallah beliau husnul khatimah dan mendapat surga,” ujarnya.