Lahirnya HIPMI Dengan Wawasan Nasionalisme, Mewujudkan Kemajuan Suatu Bangsa
Bandarlampung - Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal mantan Ketua DPD HIPMI Lampung menghadiri Musyawarah Nasional (MUNAS) ke 18 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dengan mengusung tema "Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional" dan dihadiri lebih dari 2.000 peserta, pengurus dan anggota HIPMI di 38 Provinsi di Indonesia.
MUNAS ke -18 HIPMI, merupakan forum tertinggi organisasi yang menjadi momentum strategis bagi konsolidasi dan penguatan peran pengusaha muda Indonesia dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Selain menjadi forum demokrasi organisasi untuk memilih Ketua Umum BPP HIPMI masa bakti 2026-2029, Munas ke - 18 HIPMI juga menjadi wadah bagi para pengusaha muda dari seluruh Indonesia untuk bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi nasional dan global.
Hal itu disampaikan Ketua Umum HIPMI Akbar Himawan Buchari pada pembukaan MUNAS Ke - 18 HIPMI Ke- di Bandarlampung, Rabu (10/6/2026).
Akbar Himawan mengatakan, Munas yang bertepatan dengan Hari Kewirausahaan Nasional ini adalah momentum bersejarah bagi organisasi yang lahir dengan semangat, pengusaha muda, berjiwa patriot, mengisi kemerdekaan, berdiri di atas kaki sendiri, menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Bagi HIPMI, Hari Kewirausahaan Nasional bukan sekedar kalender tahunan. Dalam 3 tahun terakhir, HIPMI telah berjuang keras melakukan transformasi di tengah tantangan ekonomi global.
"Kami telah berhasil melakukan digitalisasi keanggotaan, memperluas akses permodalan, dan memperkuat inkubasi bisnis bagi anggota baru di daerah-daerah" ujarnnya.
Menurut Akabar HIPMI tidak hanya mencetak pengusaha, tapi membangun ekosistem yang berkelanjutan agar UMKM naik kelas dan pengusaha muda mampu bersaing di level global.
Untuk itu, HIPMI berkomitmen untuk bisa memperkuat peran UMKM di seluruh Indonesia. Karena mayoritas anggota HIPMI yang ada di seluruh Indonesia berlatar belakang UMKM, utamanya pengusaha kelas menengah.
"Untuk itu program strategis pemerintah, ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi, dan makan bergizi gratis sudah tentu ini berdampak terhadap pertumbuhan UMKM kita dan juga melahirkan pengusaha-pengusaha baru yang ada di daerah" katanya lagi.
Diforum yang sama Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menyatakan HIPMI sebagai wadah pengusaha muda adalah wadah wirausahawan dan lahirnya HIPMI dengan wawasan nasionalisme, adalah sangat penting karena tidak ada kemajuan suatu bangsa tanpa nasionalisme.
Bahkan para guru-guru kapitalisme mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya bisa datang dengan nasionalisme.

"Sistem ekonomi yang dijalankan sekarang ini penuh dengan tantangan, dan pertanyaan. Untuk itulah sebagai wadah dari pengusaha muda, HIPMI adalah suatu organisasi yang sangat penting. Karena HIPMI , melahirkan tokoh ekonomi dan pemimpin Bangsa" ujar Presiden.
Presiden juga meyakinkan bahwa tokoh HIPMI muncul sebagai tokoh Nasional, sebagai Menteri dan Ketua Partai Politik besar seperti Siswono Yudo Husodo, Abu Rizal Bakrie serta yang terbaru adalah Bahlil Lahadalia, selain Ketua Umum Golkar juga sebagai Menteri ESDM.
"Berapa tokoh HIPMI muncul sebagai tokoh bangsa, tokoh nasional dan menjadi Menteri, Pak Siswono juga berapa kali jadi Menteri. Pak Bakrie Menko dan juga Ketua Partai Politik Besar, Partai Golkar. Sekarang Pak Bahlil Lahadalia Ketua Umum Partai Golkar, Partai yang besar, beliau juga Menteri ESDM" rinci Presiden mengingatkan.
Untuk diketahui, Munas HIPMI Ke 18 yang berlangsung 10-11 Juni ini menampilkan 4 Kandidat Calon Ketua Umum DPP HIPMI Periode 2026 - 2029, nomor urut 1 Renaldo Bryan, nomor urut 2 Ade Jona Prasetyo, nomor urut 3 Afifudin Suhaili Kala dan nomor urut 4 Thony Leong.(@Ng).