Laras Gerak Harmoni Bumi Tambun Bungai Warnai Festival Anak Kalteng
Palangka Raya-Soektroom: Suasana meriah dan penuh semangat budaya mewarnai Festival Anak Kalimantan Tengah yang digelar di UPT Taman Budaya Kota Palangka Raya, Sabtu malam (27/6/2026), dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran.
Kegiatan bertema Laras Gerak Harmoni Bumi Tambun Bungai tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya daerah.
Festival menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional yang dibawakan anak-anak dari berbagai sanggar seni budaya di Kota Palangka Raya. Penampilan tari, musik tradisional, hingga atraksi budaya tampil memukau dan mendapat apresiasi dari para pengunjung yang hadir.
Selain menjadi ajang unjuk bakat, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran, apresiasi, dan pelestarian budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.
Dalam sambutannya, Aisyah menyampaikan rasa bangga dan bahagia dapat hadir di tengah-tengah anak-anak yang penuh semangat dan kreativitas. Menurutnya, festival ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah sejak usia dini.
"Festival Tari Anak Kalimantan Tengah merupakan wujud komitmen bersama dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya daerah sejak usia dini," ujarnya.
Aisyah menuturkan bahwa pengenalan budaya merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang kuat, cerdas, kreatif, dan memiliki kecintaan terhadap identitas daerahnya.
Sementara Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Adi Soeseno dalam laporannya menyampaikan, Festival Anak Kalimantan Tengah merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menanamkan kecintaan terhadap seni budaya sejak usia dini.
“Generasi penerus bangsa harus diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan seni budaya daerah sebagai bagian dari identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan,” ujarnya.
Menurut Adi, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarsanggar seni budaya. Melalui proses berkesenian, anak-anak diajak membangun karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, semangat kebersamaan, serta kebanggaan terhadap budaya daerah.
Ia menilai keterlibatan berbagai sanggar seni budaya dalam festival itu menjadi simbol harmoni dan semangat bersama dalam menjaga kelestarian budaya Kalimantan Tengah. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan dan penguatan kapasitas para pelaku seni, khususnya generasi muda.
“Kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki akar budaya yang kuat. Seni budaya menjadi media yang efektif dalam membangun karakter sekaligus memperkuat identitas daerah,” pungkasnya. (Polin-Gusti/ndk)