Lebaran Penuh Makna, Heli Suyanto Buka Rumah untuk Warga: Dari Silaturahmi hingga Curhat Aspirasi
Batu-Spektroom : Momentum Lebaran dimaknai dengan penuh kehangatan oleh Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, yang membuka rumah dinasnya untuk masyarakat dalam gelaran open house, Minggu malam (22/3/2026).
Tak sekadar ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan aspirasi hingga “curhat” langsung kepada pemimpinnya.
Sejak awal acara, suasana akrab langsung terasa. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga organisasi kemasyarakatan, hadir dan berbaur tanpa sekat. Saling sapa, berjabat tangan, hingga obrolan ringan menjadi pemandangan yang menghangatkan malam Lebaran di rumah dinas tersebut.
Dalam sambutannya, Heli Suyanto menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kekurangan selama menjalankan pemerintahan. Ia menegaskan bahwa Idulfitri menjadi momen penting untuk mempererat hubungan sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih dekat.
“Kami mungkin selama menjalankan kegiatan pemerintahan ada kesalahan. Maka melalui momentum Lebaran ini, kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.
Lebih dari itu, Heli juga menekankan pentingnya mendengar langsung suara masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang terjalin secara santai seperti ini justru menjadi cara efektif untuk memahami kebutuhan warga secara nyata.
“Silaturahmi seperti ini penting. Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, mendengar langsung apa yang dirasakan dan dibutuhkan warga,” tambahnya.
Menariknya, kesempatan tersebut benar-benar dimanfaatkan warga. Di tengah suasana santai, sejumlah masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari lingkungan hingga kebutuhan fasilitas umum.
Percakapan pun mengalir alami, layaknya curhat antara warga dan pemimpinnya. Heli terlihat menyimak dengan serius, sesekali menanggapi serta mencatat masukan yang disampaikan.
Bagi warga, momen ini menjadi kesempatan berharga. Tanpa prosedur yang rumit, mereka bisa langsung menyampaikan aspirasi dan harapan kepada pemerintah.
Open house ini pun tak hanya menjadi tradisi Lebaran, tetapi juga potret kedekatan antara pemimpin dan rakyat—di mana kehangatan, keterbukaan, dan harapan akan perubahan menyatu dalam satu ruang yang sama.