Lebih dari Seremoni: Hangatnya Silaturahmi yang Menyatukan di Pontianak
Pontianak - Spektroom : Hangat penuh keakraban terasa di Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (04/04/2026).
Tawa, jabat tangan, dan pelukan mewarnai pertemuan dalam acara halalbihalal yang digelar Pengurus Daerah XV KB FKPPI Kalimantan Barat.
Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi lebih dari sekadar tradisi ia menjelma ruang temu yang mempererat kembali hubungan antarmanusia.
Di antara para tamu yang hadir, tampak perwakilan Polda Kalimantan Barat yang datang bukan hanya sebagai aparat, tetapi juga bagian dari keluarga besar yang memiliki ikatan sejarah dengan FKPPI.
Seragam yang dikenakan seolah melebur dengan suasana santai dan penuh kehangatan.
Tidak ada sekat yang terasa, hanya percakapan ringan yang mengalir dari satu kelompok ke kelompok lain.
Kompol Abdul Malik, yang mewakili Kapolda Kalbar, terlihat larut dalam suasana. Ia menyapa satu per satu tamu yang hadir, berjabat tangan, bahkan sesekali berbincang santai.
Dalam momen seperti ini, jabatan seakan diletakkan sejenak, digantikan oleh rasa kebersamaan yang tulus.
Halalbihalal memang memiliki makna mendalam dalam budaya masyarakat Indonesia.
Lebih dari sekadar tradisi saling memaafkan, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperbaiki relasi yang mungkin sempat renggang.
Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa komunikasi dan kebersamaan adalah fondasi utama menjaga harmoni.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menyebut bahwa kebersamaan seperti ini tidak bisa digantikan oleh forum formal.
“Di sinilah kita bisa saling memahami, membangun kepercayaan, dan memperkuat hubungan emosional,” ujarnya.
Di sudut ruangan, beberapa tokoh masyarakat terlihat berbincang santai dengan pengurus FKPPI.
Mereka berbagi cerita, mengenang masa lalu, sekaligus membicarakan harapan ke depan. Tidak sedikit pula generasi muda yang hadir, menyimak dan belajar dari interaksi yang terjalin.
Kehadiran FKPPI sebagai organisasi yang beranggotakan keluarga besar TNI-Polri memberikan warna tersendiri.
Mereka bukan hanya penjaga nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga jembatan yang menghubungkan berbagai elemen masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama, seolah menjadi penegas bahwa kebersamaan yang terbangun hari itu bukan sekadar seremoni sesaat.
Ada harapan yang disematkan
tentang Kalimantan Barat yang tetap damai, tentang masyarakat yang saling menjaga, dan tentang sinergi yang terus hidup.
Di tengah dunia yang bergerak cepat, halalbihalal ini menjadi pengingat sederhana: bahwa pada akhirnya, kekuatan terbesar terletak pada hubungan antarmanusia.