Lepas Keberangkatan 445 JCH, Gubernur Mirza Minta Doakan Kemajuan dan Kesejahteraan Lampung

Lepas Keberangkatan 445 JCH, Gubernur Mirza Minta Doakan Kemajuan dan Kesejahteraan Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela Chalim Berangkatkan JCH asal Bandarlampung (Foto Diskominfotik Lampung).

Bandarlampung - Spektroom: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal melepas keberangkatan pertama, 445 Jemaah Calon Haji asal Kota Bandar Lampung, ke Embarkasi haji Pondok Gedhe Bekasi Jawa Barat, Minggu (26/4/2026).

Dengan rincian 439 jemaah dan 6 petugas kloter pendamping, yang transit di asrama haji Rajabasa sejak Sabtu kemarin dan dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada petang hari ini.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza imenitipkan doa khusus kepada para jemaah, di Tanah Suci para jemaah bisa mendoakan kemajuan dan kesejahteraan Lampung.

Mirza juga meminta agar jemaah mendoakan agar Lampung terus berkembang menjadi daerah yang maju, religius, dan penuh keberkahan dalam menyongsong visi Indonesia Emas.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua orang mendapatkan kesempatan tersebut, meskipun telah lama menunggu.

"Yang berangkat hari ini adalah orangorang pilihan Allah. Banyak yang sudah menunggu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, namun belum mendapat panggilan. Maka syukuri kesempatan ini,” katanya.

Gubernur juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga niat, kesabaran, dan keikhlasan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Menurutnya, haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Berhaji bukan sekadar melihat Ka'bah atau berkunjung ke Tanah Suci, tetapi perjalanan jiwa untuk menundukkan ego dan memperbaiki diri,” tegasnya.

Gubernur Mirza yang didampingi Wakil Gubernur Jihan Nurlela Chalim juga menyinggung kebijakan baru pemerintah pusat terkait pembagian kuota haji yang mulai diterapkan pada 2026.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan masa tunggu jemaah agar lebih merata, dengan rata-rata antrean sekitar 26 tahun.

“Ini adalah upaya menghadirkan keadilan bagi umat Islam agar kesempatan berhaji bisa dirasakan lebih merata,” jelasnya.

Dibagian lain sambutannya Gubernur Mirza berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan, kekompakan, serta fokus menjalankan ibadah di tanah suci.

"Bapak dan Ibu semuanya, jangan sampai niat beribadah lebih mengutamakan hal yang sifatnya duniawi, namun tetap fokus pada ibadah yang kita niatkan, perbanyak doa dan jaga kesehatan" pungkasnya.(@Ng).

Berita terkait