Lepas Kontingen Jambore PKK Tingkat Sumbar, Wali Kota Sawahlunto Dorong Benchmarking dan Inovasi

Lepas Kontingen Jambore PKK Tingkat Sumbar, Wali Kota Sawahlunto Dorong Benchmarking dan Inovasi
Lepas Kontingen Jambore PKK Tingkat Sumbar, Wali Kota Sawahlunto Dorong Benchmarking dan Inovasi. (Foto: Prokopim)

Sawahlunto-Spektroom : Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Ketua TP-PKK Kota Sawahlunto Ny. Yori Gemitia Riyanda melepas kontingen PKK Kota Sawahlunto yang akan mengikuti Jambore PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi, 1–3 September 2026.

Pelepasan kontingen berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026. Pemerintah Kota Sawahlunto menegaskan dukungannya terhadap gerakan PKK sebagai salah satu instrumen strategis dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan keluarga.

Riyanda mengatakan PKK memiliki posisi penting karena program-programnya bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, gerakan PKK tidak cukup hanya menjalankan kegiatan rutin, tetapi perlu terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

“PKK memiliki peran dalam mendorong, memfasilitasi, dan mengembangkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya kaum perempuan,” kata Riyanda.

Namun, Riyanda mengingatkan kontingen Sawahlunto agar tidak menjadikan jambore semata-mata sebagai arena kompetisi untuk mengejar gelar juara.

Menurut dia, jambore justru dapat dimanfaatkan sebagai ruang benchmarking untuk melihat inovasi, metode kerja, maupun perkembangan program PKK yang diterapkan kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat.

Pengalaman tersebut, kata Riyanda, perlu dibawa pulang untuk dikaji. Program yang dinilai relevan dapat diadaptasi dengan mempertimbangkan karakteristik, kebutuhan, serta kemampuan Sawahlunto.

“Jangan sampai hasil jambore hanya berupa prestasi perlombaan. Yang lebih penting, ada pengetahuan, referensi dan jejaring baru yang bisa dibawa pulang untuk memperkuat program PKK di Sawahlunto,” ujarnya.

Pendekatan tersebut menempatkan jambore bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan sebagai mekanisme pembelajaran antardaerah. Kompetisi menjadi pintu masuk untuk mengidentifikasi praktik baik yang berpotensi diterapkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Pemko Sawahlunto menyatakan akan terus memfasilitasi penguatan kapasitas dan inovasi TP-PKK. Pemerintah menilai peningkatan kualitas gerakan PKK diperlukan agar program pemberdayaan perempuan semakin responsif terhadap persoalan yang dihadapi keluarga dan masyarakat.

Berbagai pengalaman serta terobosan yang selama ini telah dijalankan juga akan terus dievaluasi dan dikembangkan. Orientasinya bukan hanya meningkatkan prestasi organisasi, tetapi memastikan program benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Dengan mengikuti Jambore PKK Berprestasi Sumatera Barat di Bukittinggi, kontingen Sawahlunto diharapkan mampu menunjukkan hasil terbaik sekaligus membuka ruang belajar dan kolaborasi dengan daerah lain.

Bagi Pemko Sawahlunto, keberhasilan gerakan PKK pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah penghargaan yang diraih, tetapi dari sejauh mana pemberdayaan perempuan mampu memperkuat ketahanan keluarga dan memberikan dampak sosial yang lebih luas. (Ris1)

Berita terkait