Trending

Lokakarya Identifikasi Rencana Aksi dan Jurisdictional Redd + Riau Resmi Dibuka

Lokakarya Identifikasi Rencana Aksi dan Jurisdictional Redd + Riau Resmi Dibuka
Assisten III Setdaprov Riau M.Job Kurniawan(kemeja putih), bersama perwakilan peserta lokakarya.(Foto: MCR)

Spektroom - Asisten III Setdaprov Riau, M. Job Kurniawan resmi membuka lokakarya identifikasi rencana aksi dan jurisdictional Reducing Emission from Deforestation and forest Degradation (REDD+) Provinsi Riau. Melalui helat ini diharapkan program REDD+ dapat sejalan baik ditingkat nasional maupun daerah, terutama dalam hal metodologi penghitungan karbon.

Job Kurniawan mengapresiasi terlaksananya lokakarya identifikasi rencana aksi dan jurisdictional REDD+ Provinsi Riau, sebab hal ini sebagai bagian dari tahapan pre investment dalam mendukung implementasi Arsitektur REDD+ Provinsi Riau.

Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan keseriusan dan komitmen bersama dalam merespons tantangan lingkungan hidup dan perubahan iklim secara terencana, terukur, dan kolaboratif.

"Forum ini dirancang sebagai ruang kerja strategis untuk menyelaraskan kebijakan, proses teknis, dan kolaborasi multipihak yang sedang berjalan di Provinsi Riau," jelasnya di Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu (18/2/2026).

Job Kurniawan juga menegaskan, Provinsi Riau memiliki peran yang sangat penting dalam agenda mitigasi perubahan iklim nasional, khususnya pada sektor berbasis lahan. Ia melihat, sektor kehutanan masih menjadi kontributor utama emisi gas rumah kaca di Bumi Melayu Lancang Kuning, dengan proporsi lebih dari 80 persen.

"Pada saat yang sama, dalam periode lima tahun terakhir, Riau telah mencatat penurunan emisi gas rumah kaca sebesar sekitar 13,5 persen. Capaian ini penting, namun belum cukup tanpa perubahan tata kelola yang lebih sistematis dan terintegrasi," imbuhnya.

Job Kurniawan juga menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Provinsi Riau terhadap agenda ini bersifat kebijakan dan berkelanjutan. Hasil lokakarya identifikasi rencana aksi jurisdictional REDD+ Riau ini, kata dia, akan menjadi rujukan penting dalam penetapan kontribusi Sub Nasional Riau untuk mendukung target Second NDC 2030, sejalan dengan arah Green for Riau Initiative serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dalam kegiatan ini, akan dilakukan diskusi bersama berbagai narasumber dengan tema yang sangat menarik dan penting. Job Kurniawan berharap semua pihak dapat bersinergi dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan, terutama yang berada di Bumi Melayu Riau.

"Mari kita saling bekerja sama, karena dalam menjaga hutan tidak mungkin bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja. Kita harus bersinergi, baik itu pemerintah, swasta, lembaga, hingga masyarakat," ajaknya.( SN/ MCR )

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru