Lomba Kolase Topeng Macan Raung Asah Kreativitas Anak PAUD

Lomba Kolase Topeng Macan Raung Asah Kreativitas Anak PAUD
Asah kreativitas anak PAUD melalui lomba kolase topeng macan raung (Foto Diskominfo Jember)

Jember-Spektroom : Pesan agar orang tua memberi ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas menjadi salah satu sorotan dalam Gebyar Lomba Kolase Topeng Macan Raung di Kecamatan Wuluhan, kabupaten Jember, Jawa Timur. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia dan HUT ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Dukuh Dempok, kecamatan Wuluhan, kabupaten Jember, Jawa Timur pada Senin, (31/08/2026)

Kegiatan tersebut diikuti murid PAUD se-Kecamatan Wuluhan bersama wali murid. Para peserta mengikuti lomba kolase dengan tema Topeng Macan Raung. Suasana kegiatan berlangsung meriah sejak awal hingga perlombaan dimulai.

Camat Wuluhan Hanifah hadir dalam kegiatan tersebut bersama Ketua Himpaudi Kabupaten Jember dan Ketua Himpaudi Kecamatan Wuluhan, Kepala Desa Dukuhdempok, Bunda PAUD Kecamatan Wuluhan, Bunda PAUD Desa Dukuh Dempok, serta guru, murid, dan wali murid PAUD peserta lomba.

Sebelum perlombaan dimulai, perwakilan guru PAUD menampilkan tari Macan Raung. Penampilan tersebut menjadi bagian pembuka kegiatan sekaligus menambah semarak acara yang diikuti peserta dari berbagai lembaga PAUD di Kecamatan Wuluhan

Dalam sambutannya, Hanifah meminta para peserta mengikuti perlombaan dengan semangat. Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak membatasi kemampuan anak berdasarkan kemampuan yang dimiliki orang tua.

“Selamat berlomba, tetap semangat,” kata Hanifah.

Menurut Hanifah, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kreativitas dan bakatnya. Kemampuan anak, kata dia, tidak selalu sama dengan kemampuan orang tuanya.

“Tumbuhkan kreativitas anak-anak, tumbuhkan bakat anak-anak. Tidak selalu orang tua yang tidak bisa menggambar, anaknya juga belum tentu tidak bisa menggambar,” ungkapnya.

Hanifah menilai orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai aktivitas. Termasuk kegiatan menggambar dan membuat karya. Dengan begitu, potensi yang dimiliki anak dapat terlihat dan terus dikembangkan.

Antusiasme peserta terlihat dari semangat anak-anak mengikuti lomba kolase. Wali murid turut memberikan dukungan dan mendampingi anak selama proses pembuatan karya.

Bagi Himpaudi Kecamatan Wuluhan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI dan HUT ke-21 Himpaudi. Selain memeriahkan momentum tersebut, lomba menjadi ruang bagi anak untuk mengekspresikan kreativitas melalui karya seni.

Pesan Camat Wuluhan kepada orang tua menjadi catatan penting dari kegiatan tersebut. Kemampuan anak tidak dapat diukur hanya dari kemampuan orang tuanya. Karena itu, anak perlu diberi kesempatan untuk mencoba, berkarya, dan mengembangkan bakatnya sesuai potensi masing-masing. (budi)

Berita terkait

Jateng Antisipasi Dampak Erupsi Anak Krakatau terhadap Perjalanan Kafilah MTQ Nasional

Jateng Antisipasi Dampak Erupsi Anak Krakatau terhadap Perjalanan Kafilah MTQ Nasional

Semarang – Spektroom: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap perjalanan kafilah dari berbagai daerah yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Semarang. Sedikitnya 10 provinsi tercatat memiliki perjalanan yang berkaitan dengan Bandara Soekarno-Hatta, baik sebagai titik transit maupun bagian dari rute menuju Jawa Tengah.

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
BPBD Pemkab Bogor  Menyalurkan  4,8 Juta Liter Air Bersih Kepada Masyarakat Terdampak Kekeringan

BPBD Pemkab Bogor Menyalurkan 4,8 Juta Liter Air Bersih Kepada Masyarakat Terdampak Kekeringan

Bogor- Spektroom : Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengintensifkan penanganan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Hingga 6 September 2026, BPBD Pemkab Bogor telah menyalurkan lebih dari 4,8 juta liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak. Penanganan tersebut dilakukan sejak

Asmari, Bian Pamungkas