Lounching Yubileum Tarekat Maria Mediatrix, Gubernur Maluku Soroti Lingkungan, Ekonomi, dan Persatuan
Ambon-Spektroom : Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa secara resmi meluncurkan Yubileum 100 Tahun Tarekat Maria Mediatrix sebagai penanda dimulainya rangkaian perayaan satu abad pengabdian tarekat tersebut, dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Ambon. Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur Hendrik Lewerissa bersama Uskup Keuskupan Amboina Mgr Seno Ngutra, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta, serta Pimpinan Umum Tarekat Maria Mediatrix Epifany Ongirwalu, Jumat (1/5/2026).
Dalam sambutannya, Lewerissa menegaskan bahwa kehadiran Tarekat Maria Mediatrix selama hampir satu abad telah memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan pastoral di Maluku dan Papua. Ia menyebut pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun daerah tanpa dukungan lembaga keagamaan dan masyarakat.
Menurutnya, peran tarekat menjadi bagian penting dalam mendukung visi Pemerintah Provinsi Maluku menuju transformasi daerah yang maju, sekaligus menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menilai nilai-nilai spiritual menjadi fondasi dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Maluku.

Di hadapan para undangan, Lewerissa juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah kondisi global dan nasional yang penuh tantangan, termasuk tekanan ekonomi. Ia menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama di Maluku harus terus dirawat sebagai kekuatan utama daerah yang dikenal dengan semangat persaudaraan.
Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, termasuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan sejak usia dini. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan masyarakat yang harmonis menjadi kunci dalam menarik investasi dan wisatawan ke Maluku.

Gubernur juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan, selama disampaikan secara konstruktif berbasis data dan fakta. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menyamakan kritik dengan tindakan provokatif yang berpotensi melanggar hukum.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Amboina Mgr Seno Ngutra menyampaikan apresiasi atas dedikasi para suster Tarekat Maria Mediatrix yang tetap setia melayani dengan rendah hati. Ia mengaku terharu melihat semakin banyaknya panggilan hidup membiara, termasuk dari wilayah kepulauan.
Ngutra juga mengingatkan pentingnya dukungan doa bagi pemerintah, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah. Ia menegaskan bahwa gereja bersama elemen masyarakat lainnya akan terus mendukung pemerintah melalui pelayanan dan doa.
Peluncuran Yubileum ini menjadi momentum awal menuju puncak perayaan 100 tahun Tarekat Maria Mediatrix, sekaligus mempertegas komitmen tarekat dalam menghadirkan pelayanan kasih di tengah masyarakat.(EM)