Luapan Air di Petak Jalan Kaliwungu–Kalibodri, Jalur Hulu dan Hilir Sementara Tidak Dapat Dilalui KA
Spektroom ini — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang melakukan langkah cepat dalam menangani luapan air yang menggenangi jalur kereta api pada petak jalan Kaliwungu–Kalibodri. Luapan air terjadi tepatnya di Jembatan atau Bangunan Hikmat (BH) 111 Km 20+7/8 pada Kamis (15/1/2026) pukul 21.22 WIB.
Setelah petugas prasarana melaporkan bahwa ketinggian air telah mencapai batas kepala rel, KAI Daop 4 Semarang segera menerapkan semboyan 3 pada jalur hulu dan hilir sebagai langkah pengamanan. Akibatnya, kedua jalur tersebut untuk sementara tidak dapat dilalui oleh perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa luapan air yang mengalir deras menutup kedua jalur kereta api di lokasi terdampak.
“Demi keselamatan, jalur kereta api terpaksa kami tutup sementara dan tidak dapat dilalui oleh kereta api. Kondisi ini berdampak pada perjalanan KA, khususnya rute Semarang–Jakarta maupun sebaliknya,” jelas Luqman.
Hingga pukul 21.50 WIB, tercatat sebanyak delapan kereta api terdampak akibat kejadian tersebut, yakni:
KA 220 Kaligung mengalami keterlambatan 27 menit
KA 152 Brantas mengalami keterlambatan 34 menit
KA 91 Jayabaya mengalami keterlambatan 17 menit
KA 186 Joglosemarkerto tertahan di Stasiun Weleri
KA 254B Kertajaya tertahan di Stasiun Kalibodri
KA 18 Argo Sindoro tertahan di Stasiun Weleri
KA 95 Harina tertahan di Stasiun Semarang Poncol
KA 221F Kaligung tertahan di Stasiun Kaliwungu
KAI Daop 4 Semarang terus melakukan pemantauan terhadap ketinggian air di lokasi kejadian dan siap melakukan tindakan lanjutan apabila diperlukan. Upaya mitigasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama.
“Kami memohon maaf kepada para pelanggan yang perjalanannya terdampak. KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api melalui pemantauan serta penanganan secara intensif,” tutup Luqman.