Mahasiswa Kimia Unsoed Perdalam Riset di Jepang Lewat Sakura Exchange Program
Purwokerto-Spektroom : Dua mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), mendapat kesempatan mengikuti Sakura Exchange Program in Science di University of Fukui, Jepang.
Kedua mahasiswa tersebut, Masayu Alfiyah Mutiara dan Siti Khoerunnisa, mengikuti program yang berlangsung pada 24–28 Agustus 2026. Mereka didampingi Prof. Amin Fatoni dari Unsoed dan mengikuti kegiatan di bawah bimbingan Prof. Eiichiro Takamura dari University of Fukui.
Program tersebut menjadi bagian dari kerja sama akademik Unsoed dengan University of Fukui yang telah berlangsung rutin sejak 2017. Mahasiswa tidak hanya mengikuti pembelajaran, tetapi juga diperkenalkan dengan aktivitas penelitian dan lingkungan akademik di Jepang.
Selama kegiatan, peserta mengikuti sejumlah agenda akademik, antara lain presentasi poster dan berbagi pengalaman mengenai penelitian yang tengah dikerjakan. Mereka juga mengikuti kuliah dari dosen dan mahasiswa Jepang serta mengunjungi laboratorium dan pusat riset di University of Fukui.
Menurut Prof. Amin Fatoni, pengalaman tersebut penting bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung pola kegiatan akademik dan penelitian di lingkungan perguruan tinggi internasional.
“Program ini memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana kegiatan akademik dan penelitian dilakukan di lingkungan perguruan tinggi di Jepang. Selain mendapatkan pengetahuan, mahasiswa dapat membangun jejaring dengan peserta dari berbagai negara,” katanya.
Sakura Exchange Program in Science tahun ini mempertemukan mahasiswa dari sejumlah negara, di antaranya empat mahasiswa Taiwan, dua mahasiswa Malaysia, serta mahasiswa Indonesia melalui Unsoed.
Masayu mengatakan, diskusi dengan mahasiswa dari berbagai negara membuatnya memperoleh perspektif baru mengenai penelitian dan kehidupan akademik.
“Melalui kegiatan ini, saya mendapatkan pengalaman untuk berdiskusi dan berbagi mengenai penelitian dengan mahasiswa dari berbagai negara. Selain menambah wawasan penelitian, kegiatan ini juga membuat saya lebih memahami bagaimana kehidupan akademik dan riset di Jepang,” ujarnya.
Selain kegiatan di kampus, peserta mengunjungi Fukui Prefectural Museum of Cultural History untuk mempelajari sejarah dan budaya Fukui.
Mereka juga berkunjung ke National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST) untuk melihat perkembangan penelitian dan teknologi di Jepang.
Bagi Siti Khoerunnisa, pengalaman tersebut sekaligus membuka peluang membangun jejaring akademik dengan mahasiswa dari negara lain.
“Pengalaman mengikuti Sakura Exchange Program in Science memberikan banyak hal baru bagi saya, baik dalam bidang akademik maupun dalam berinteraksi dengan mahasiswa dari negara lain. Saya berharap pengalaman dan jejaring yang diperoleh dapat terus dikembangkan setelah kembali ke Unsoed,” katanya.
Kerja sama yang telah berjalan sejak 2017 tersebut juga membuka peluang bagi penguatan jejaring akademik dan penelitian antara Unsoed dengan University of Fukui di masa mendatang.