Mahasiswi UNEJ Raih Bronze Medal dalam Kompetisi Nasional

Mahasiswi UNEJ Raih Bronze Medal dalam Kompetisi Nasional
Fadhilah Ayu Savitri dan Hayatun Nafisah Ayu Qur’ana, mahasiswa UNEJ peraih Bronze Medal di National Empowerment Innovation Research and Art 2 (NEIRA 2). (Foto: humas unej)

Spektroom – Mahasiswa Universitas Jember terus menorehkan prestasi di ajang lomba dan kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Kali ini, dua mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Universitas Jember (UNEJ), Fadhilah Ayu Savitri dan Hayatun Nafisah Ayu Qur’ana, berhasil menorehkan prestasi di ajang National Empowerment Innovation Research and Art 2 (NEIRA 2) tingkat nasional.

Keduanya meraih Bronze Medal (6 besar) dalam lomba yang diselenggarakan oleh Sentosafondation bekerja sama dengan STIMATA di Malang Creative Center. Melalui esai berjudul “Revolusi Skincare Sebagai Gerakan Ekologis Melalui ‘SKINOMIC’: Integrasi Mikrobioma Kulit dan Bioinformatika dalam Sistem One Health”, mengangkat isu kesehatan kulit dari perspektif ekologi dan keberlanjutan dengan pendekatan One Health.

“Kulit bukan hanya pelindung tubuh, tetapi merupakan ekosistem biologis yang dihuni oleh mikroorganisme penting dalam menjaga keseimbangan kesehatan. Ketika mikrobioma kulit terganggu, dampaknya tidak hanya pada individu, tetapi juga berkaitan dengan lingkungan di sekitarnya,” ujar Fadhilah Ayu Savitri, Senin (05/01/2026).

Gagasan SKINOMIC lahir dari kesadaran bahwa kesehatan kulit tidak dapat dilepaskan dari kondisi lingkungan dan interaksi manusia dengan mikroorganisme. Oleh karena itu, esai ini mengusulkan pengembangan platform web berbasis bioinformatika untuk menganalisis mikrobioma kulit secara personal sehingga membantu individu memilih produk skincare yang lebih aman, efektif, dan ramah lingkungan.

“Melalui SKINOMIC, kami ingin mendorong penggunaan produk skincare yang tidak merusak keseimbangan mikroba kulit sekaligus tidak mencemari ekosistem air dan tanah. Pendekatan ini sejalan dengan konsep One Health yang melihat kesehatan manusia dan lingkungan sebagai satu kesatuan,” kata Hayatun Nafisah Ayu Qur’ana.

Fadhilah dan Hayatun bersama peserta lainnya.

Dalam esainya, kedua mahasiswi ini juga mengkritisi praktik industri skincare yang masih mengandalkan bahan kimia antimikroba non-selektif, proses produksi berjejak karbon tinggi, serta limbah mikroplastik dari produk dan kemasan. Praktik tersebut dinilai berpotensi merusak biodiversitas mikroba alami kulit manusia sekaligus mencemari lingkungan.

Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, industri perawatan kulit, dan edukasi masyarakat untuk mewujudkan ekosistem skincare berkelanjutan. Akademisi berperan dalam kurasi data dan validitas analisis bioinformatika, industri mendorong inovasi formulasi ramah lingkungan, sementara edukasi publik mempercepat literasi One Health di masyarakat.

Ke depan, melalui gagasan SKINOMIC dalam prestasi yang diraih pada 15 November 2025 lalu ini, Fadhilah dan Hayatun berharap dapat mendorong perluasan riset mikrobioma kulit tropis, penguatan regulasi bahan kosmetik berbasis dampak mikroekologi, serta lahirnya kebijakan One Health di sektor kosmetik. (*)

Berita terkait

Camat Bungku Kabupaten Morowali  Meraih Gelar  Doktor di Program Pascasarjana UMI Makassar

Camat Bungku Kabupaten Morowali Meraih Gelar Doktor di Program Pascasarjana UMI Makassar

Spektroom - Kinerja aparatur sipil negara merupakan faktor kunci dalam keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas pelayanan.publik.Ditengah tuntutan reformasi birokrasi,globalisasi dan digitalisasi layanan Aparatur sipil negara tidak hanya di tuntut bekerja secara administratif,namun juga harus mampu menunjuķkan kinerja yang produktif,adaptif dan berorientasi. Camat Bungku Kabupaten Morowali

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti
Dan Dim 1425 Jeneponto Pastikan Koperasi Merah Putih Desa Bungeng  Siap Operasional

Dan Dim 1425 Jeneponto Pastikan Koperasi Merah Putih Desa Bungeng Siap Operasional

Spektroom - Tahapan pembangunan Koperasi Merah Putih Desa Bungeng, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, resmi dituntaskan setelah seluruh pekerjaan fisik dinyatakan selesai 100 persen. Rampungnya pembangunan tersebut mendapat perhatian langsung dari Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa yang turun meninjau kondisi koperasi pada Jum'at, (30 /1/2026)

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti