Malam Ta’aruf MTQH XXXIII Hangatkan Muara Teweh, Ukhuwah Kafilah Kalteng Menguat
Spektroom - Ribuan warga memadati area GPU Balai Antang Muara Teweh, Sabtu malam (15/11/2025), menyambut Malam Ta’aruf MTQH XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Sebanyak 14 kafilah dari kabupaten/kota hadir, dengan total 468 peserta dan 192 official, menjadikan pembuka MTQH tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi titik temu semangat, budaya, dan persaudaraan.
Muara Teweh berdenyut lebih ramai dari biasanya. Lampu-lampu GPU Balai Antang memantul di wajah para kafilah yang datang sejak sore. Warga dari berbagai penjuru kota berbaur, menyambut ajang tahunan yang selalu berhasil mengangkat hangatnya kebersamaan sekaligus kebanggaan daerah.
Bupati Barito Utara, H. Salahuddin, dalam sambutannya menekankan bahwa Malam Ta’aruf bukan sekadar pembuka acara, tetapi momen yang meneguhkan persaudaraan.
“Malam ini adalah malam yang istimewa. Kita hadir bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga mempererat tali ukhuwah Islamiyah di antara para duta terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bumi Tambun Bungai,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa MTQH selalu membawa pesan mendalam: mencintai Al-Qur’an, menghadirkan nilai-nilainya dalam kehidupan, serta menjadikan ajang ini wahana belajar, bukan sekadar mengejar gelar.
Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah menempuh proses panjang hingga tingkat provinsi.
“Tampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung sportivitas dan keikhlasan. Nilai tertinggi MTQH bukan hanya raihan juara, tetapi keberkahan, persaudaraan, dan syiar Al-Qur’an yang kita tegakkan,” pesannya.

Dari Pemerintah Provinsi, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, yang diwakili Plt. Kepala Biro Kesra Setda Provinsi, Ahmad Husen, mengapresiasi penyelenggaraan dan sambutan masyarakat Barito Utara yang selaras dengan nilai Belom Bahadat.
“Semangat ta’aruf ini sejalan dengan falsafah Huma Betang, rumah besar tempat berbagai keluarga hidup berdampingan dalam kedamaian. Kekuatan masyarakat bukan pada keseragaman, tetapi pada kemampuan untuk bersatu di tengah keberagaman,” ucapnya.
Gubernur berharap MTQH menjadi media pembinaan dan literasi Qurani, terutama bagi generasi muda.

Di luar arena, ekonomi kerakyatan ikut menikmati berkah MTQH. Sejak kafilah mulai berdatangan hingga gelaran MTQH XXXIII yang berlangsung pada 15–21 November 2025, lapak jajanan, pedagang UMKM, penginapan, dan transportasi lokal terus menggeliat.
“Bumi Iya Mulik Bengkang Turan” adalah semboyan daerah Kabupaten Barito Utara. Maknanya sederhana tapi kuat: "daerah yang damai, aman, tertib, dan menjunjung adat serta persaudaraan".
Secara umum dipahami sebagai gambaran masyarakat yang hidup dengan nilai kebijaksanaan lokal saling menghormati, menjaga keharmonisan, dan tidak membuat kerusuhan atau pertentangan. Pendeknya: hidup rukun, tidak neko-neko. (Polin - Rikah)