MAN Palangka Raya Antar 58 Siswa ke PTN dan Poltekkes
Palangka Raya-Spektroom : Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Palangka Raya kini telah membuktikan daya saingnya. Puluhan siswa berhasil menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi, mempertegas posisi madrasah sebagai pencetak generasi unggul.
Pada tahun 2026, sebanyak 58 siswa MAN Kota Palangka Raya dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Tak hanya itu, 25 siswa lainnya juga berhasil diterima melalui jalur prestasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (SPMB Poltekkes Kemenkes).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, HM Yusi Abdhian, menilai capaian ini menjadi bukti konkret kualitas pendidikan madrasah yang terus berkembang dan mampu bersaing di level nasional.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu bersaing dalam bidang akademik di tingkat nasional. Ini adalah hasil kerja keras siswa, guru, dan seluruh civitas madrasah,” ujarnya diunggah Minggu, (05/05/2026).
Sebaran kelulusan SNBP tersebut cukup dominan di perguruan tinggi regional dan nasional, seperti Universitas Palangka Raya dan Universitas Lambung Mangkurat, serta beberapa kampus unggulan lainnya di Indonesia. Sementara itu, siswa yang lolos Poltekkes Kemenkes tersebar di berbagai program studi kesehatan strategis, mulai dari keperawatan hingga kebidanan.
Menurut Yusi, keberhasilan ini tidak datang secara instan, melainkan melalui proses pembinaan akademik yang konsisten, didukung lingkungan belajar yang kompetitif dan religius. Madrasah harus terus melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.
Capaian ini menjadi pengingat bahwa jalur prestasi seperti SNBP dan seleksi Poltekkes bukan sekadar soal nilai, tetapi juga konsistensi, disiplin, dan kesiapan sejak dini. Bagi siswa, penting memahami potensi diri, aktif membangun portofolio akademik maupun non-akademik, serta memanfaatkan bimbingan guru secara maksimal. Dengan pola ini, peluang menembus perguruan tinggi impian bukan lagi soal keberuntungan, tapi hasil dari strategi dan kerja keras yang terarah. (Polin Maturidi)