Mantapkan Koordinasi, Pemprov NTB Bekali Petugas Haji 2026
Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan menjaga kesehatan fisik bagi seluruh petugas haji yang akan bertolak ke Tanah Suci tahun ini. Hal tersebut disampaikan dalam acara Silaturahmi Petugas Haji Provinsi NTB Tahun 2026 yang digelar di Mataram Minggu (12/4/2026).
Mewakili Gubernur NTB, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, H. Amir, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi khusus kepada Kanwil Haji dan Umroh Provinsi NTB atas inisiasi pertemuan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah inovatif untuk membangun kesolidan tim sebelum bertugas.
"Ini adalah tradisi baru yang sangat positif. Langkah ini dinilai efektif untuk membangun kekompakan dan chemistry antarpetugas sebelum mereka terjun langsung melayani jemaah di lapangan," ujar H. Amir.
Dalam arahannya, Karo Kesra mengingatkan menjadi petugas haji adalah sebuah amanah dan kehormatan besar. Ia meminta para petugas untuk mensyukuri kesempatan sebagai "pelayan tamu Allah" dengan memberikan dedikasi penuh selama proses ibadah berlangsung.
"Bapak dan Ibu adalah orang-orang pilihan. Syukuri kesempatan ini dengan memberikan dedikasi penuh. Kami mendoakan agar seluruh petugas selalu dikaruniai kesehatan dan kebahagiaan hingga kembali ke tanah air," ungkapnya.
Mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang diprediksi ekstrem, Pemprov NTB memberikan perhatian khusus pada aspek kesehatan petugas. H. Amir menegaskan bahwa petugas harus menjadi teladan dalam menjaga kebugaran fisik agar pelayanan kepada jemaah tidak terganggu.
Beberapa poin krusial yang ditekankan terkait Kedisiplinan Medis Petugas wajib rutin mengonsumsi vitamin dan obat-obatan pribadi, terutama bagi yang memiliki riwayat kesehatan tertentu. Kondisi fisik yang prima adalah syarat mutlak untuk menghadapi perbedaan iklim yang mencolok antara Indonesia dan Arab Saudi.
Karo Kesra menggarisbawahi bahwa kunci sukses penyelenggaraan haji terletak pada soliditas tim. Ia menginstruksikan agar setiap permasalahan di lapangan diselesaikan melalui komunikasi berjenjang guna menghindari tumpang tindih kebijakan.
Untuk itu dingatkan bahwa para petugas adalah "Duta Daerah" yang membawa nama baik NTB dan Indonesia di kancah internasional.
"Jaga integritas dan profesionalisme tunjukkan kesabaran serta ketulusan. Bawalah nama baik NTB dengan prestasi pelayanan yang membanggakan," pungkas H. Amir.