Membumikan Al-Qur’an dari Payakumbuh, Devitra Juara I Tartil Eksekutif MTQ Sumbar

Membumikan Al-Qur’an dari Payakumbuh, Devitra Juara I Tartil Eksekutif MTQ Sumbar
Devitra menerima apresiasi dari Pemko Payakumbuh. (Foto: Pemko Payakumbuh)

Spektroom - Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Wali Kota Payakumbuh, Devitra, menorehkan prestasi membanggakan pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-XLI tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Devitra berhasil meraih juara I Cabang Tartil Al-Qur’an Eksekutif Putra, mengungguli peserta dari Kafilah Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang yang menempati posisi kedua dan ketiga pada babak final.

“Alhamdulillah, pada MTQ kali ini kembali berhasil meraih juara pertama,” kata Devitra di Balai Kota Payakumbuh, Senin (22/12/2025).

Cabang tartil eksekutif merupakan kategori yang relatif baru dalam ajang MTQ tingkat provinsi. Devitra menjelaskan, cabang ini baru dua kali diperlombakan dan diikuti oleh pejabat eselon II dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

“Sebelumnya, pada MTQ tingkat Sumbar di Solok Selatan, saya juga meraih juara pertama di cabang yang sama,” ucapnya.

Selain sebagai pejabat pemerintah, Devitra juga dikenal sebagai Ketua Yayasan Darul Quran yang menaungi Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh.

Menurut dia, prestasi ini bukan semata pencapaian pribadi, melainkan bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di kalangan aparatur negara.

Ia berharap Pemko Payakumbuh melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dapat memperkuat pembinaan bagi aparatur sipil negara (ASN), khususnya dalam pendalaman Al-Qur’an.

“Bukan hanya untuk persiapan MTQ, tetapi juga sebagai bekal pengetahuan dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam yang harus terus dipelajari dan diamalkan,” ujarnya.

Menurut Devitra, keterlibatan pejabat struktural dalam ajang MTQ diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus motivasi bagi masyarakat dan kafilah, bahwa kesibukan jabatan bukan alasan untuk menjauh dari Al-Qur’an.

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga para pejabat, untuk terus mencintai Al-Qur’an, baik melalui bacaan maupun pemahaman terhadap isinya.

“Tidak ada kata terlambat dan tidak ada kata bosan untuk belajar Al-Qur’an,” pungkasnya. (RRE/MC)

Berita terkait