Menang Tanpa “Jalan Pintas”: Film Guru MA Darul Amin Sentil Integritas, Sabet Juara I

Menang Tanpa “Jalan Pintas”: Film Guru MA Darul Amin Sentil Integritas, Sabet Juara I
Kepala MA Darul Amin, Wulandary, saat menerima piala dan piagam juara 1 (Dok: humas MA DA)

Palangka Raya-Spektroom : Di tengah budaya serba instan, satu karya dari madrasah di Palangka Raya justru menampar balik: sukses tak butuh jalan pintas. Pesan itu yang mengantarkan film pendek “Jalan Pintas” jadi juara.

MA Darul Amin Palangka Raya meraih Juara I lomba film pendek guru tingkat Madrasah Aliyah se-Kalimantan Tengah. Ajang ini digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, Desember 2025 lalu.

Foto bersama Kepala Kemenag Kota Palangka Raya, H Muhidin Arifin. (Foto: Humas MA DA)

Penghargaan diserahkan pada Selasa (14/4/2026) di Ballroom Aurilla Hotel Palangka Raya, dalam rangkaian Rakerwil dan Evaluasi Kinerja Kanwil Kemenag Kalteng. Kepala MA Darul Amin, Wulandary, menerima langsung piala dan piagam tersebut.
Baginya, kemenangan ini bukan soal trofi, tapi bukti bahwa kolaborasi yang serius masih bisa mengalahkan cara instan.
“Yang kami bawa bukan sekadar film, tapi nilai. Integritas itu mahal dan itu yang kami jaga dari awal sampai akhir proses,” tegasnya.

Film “Jalan Pintas” digarap mengangkat isu klasik tapi relevan: godaan mencari cara cepat dalam pendidikan. Tokoh Ibu Lisa diperankan Rida Elisa dengan karakter konsisten membimbing muridnya, Lutfi (Lutfi Rasyad), untuk tetap jujur menghadapi munaqasah tanpa trik curang dan sebagainya.
Di situlah letak kekuatan. Cerita sederhana, tapi dekat dengan realita. Banyak yang tergoda instan, sedikit yang tahan godaan.

MA Darul Amin Palangka Raya meraih Juara I lomba film pendek guru tingkat Madrasah Aliyah se-Kalimantan Tengah dalam rangka Hari Amal Bakti Kemenag ke 80 tahun. (Foto: Humas MA DA)

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kemenag Kota Palangka Raya, turut memperkuat proses produksi hingga film ini layak tampil sebagai yang terbaik. Film ini bisa ditonton di kanal YouTube “ABDI KEMENAG” bukan sekadar tontonan, tapi pengingat.

Prestasi ini bukan garis akhir. Justru pengingat keras: kualitas lahir dari proses yang jujur dan istiqomah. Kalau mau hasil besar, berhenti cari jalan pintas karena yang cepat belum tentu tepat apalagi selamat. (Polin Indana)

Berita terkait

Wali Kota Sawahlunto Lantik 92 Pejabat, Empat Jabatan Eselon II Berganti untuk Perkuat Kinerja Pelayanan

Wali Kota Sawahlunto Lantik 92 Pejabat, Empat Jabatan Eselon II Berganti untuk Perkuat Kinerja Pelayanan

Sawahlunto–Spektroom : Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 92 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto, Jumat (19/6/2026). Pelantikan yang berlangsung di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) itu merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Acara tersebut dihadiri Wakil Wali

Riswan Idris, Rafles
DPRD Sawahlunto Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Soroti Akuntabilitas dan Besaran SILPA

DPRD Sawahlunto Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Soroti Akuntabilitas dan Besaran SILPA

Sawahlunto–Spektroom : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto menggelar rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Sawahlunto Tahun Anggaran 2025 bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kota Sawahlunto pada Jumat (19/6/2026) tersebut

Riswan Idris, Rafles
Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Digulirkan, Sekdaprov Sumbar Ajak ASN Jadi Teladan dalam Pengasuhan

Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Digulirkan, Sekdaprov Sumbar Ajak ASN Jadi Teladan dalam Pengasuhan

Padang-Spektroom: Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mulai mengimplementasikan Gerakan Ayah Mengambil Rapor dan Mengantar Anak ke Sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Melalui gerakan tersebut, ASN yang memiliki anak usia sekolah didorong untuk terlibat langsung dalam pendidikan anak

Rafles