Menanti Terang di Ujung Negeri: Kisah Dusun Kerosik yang Masih Gelap

Menanti Terang di Ujung Negeri: Kisah Dusun Kerosik yang Masih Gelap
Foto: Lucyana Nelly Kadus Kerosik

Spektroom - Jika Malam menjelang, Gulita selalu menyelimuti di Dusun Kerosik, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau.

Di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu, tanpa lampu jalan, bahkan cahaya dari rumah-rumah warga yang memantul di kejauhan.

Hanya sinar seadanya dari lampu Accu dan genset yang sesekali meraung memecah sunyi.

Bagi Lucyana Nelly, Kepala Dusun Kerosik, gelap bukan sekadar suasana malam, namun adalah cerita panjang tentang penantian.

“Sebagai kepala dusun, kami sudah beberapa kali mengajukan permohonan listrik. Tapi sampai sekarang belum ada respons,” ujarnya.

Kadus Kerosik paling kiri sedang absen dalam kegiatan Rapat di Desanya : Foto: Dok Kadus Krosik

Nampaknya Dusun Kerosik bukan satu satunya, ada yang lain Desa Semongan, Desa Empoto (satu dusun), dan Desa Sei Dangin dengan lima dusun yang juga belum menikmati aliran listrik PLN. Di beranda terdepan negeri, listrik masih menjadi kemewahan.

Lucyana menuturkan, Ironi terasa ketika perumahan perusahaan sawit di wilayah yang sama telah tersambung listrik negara.

“Kami heran, karena lokasinya masih di kawasan dusun ini juga,” kata Lucyana.

Bagi warga, ketimpangan itu bukan sekadar angka statistik. Nonong, seorang ibu rumah tangga di Kerosik, mengungkapkan kegelisahan yang sederhana namun dalam.

“Mungkin sampai mati kami tidak melihat dusun ini terang,” ucapnya pelan.

Angka Bercerita

Data menunjukkan persoalan elektrifikasi di Kalimantan Barat belum sepenuhnya tuntas.

Berdasarkan informasi terbaru Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, terdapat 664 dusun atau desa di Kalbar yang belum tersentuh listrik.

Namun, target program tahun ini hanya mencakup 71 desa sekitar 11 persen dari total kebutuhan. Realisasi fisik yang telah rampung baru 24 desa.

Adalah Kepala PLN UID Kalbar, Maria Goretti Indrawati Gunawan, jumlah desa belum berlistrik terus menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pada Desember 2024 tercatat 366 desa belum berlistrik, sementara laporan lain pada 2025 menyebut angka ratusan desa.

Pemerintah menargetkan tidak ada lagi desa tanpa listrik pada 2030. Namun bagi warga Kerosik, target itu terasa jauh.

Ketimpangan Distribusi

Lain lagi dengan Anggota Komisi XII DPR RI, Cornelis, yang menyoroti distribusi program listrik desa yang dinilainya masih timpang. Data menunjukkan Pulau Jawa menerima 551 unit program listrik desa. Sementara Kalimantan hanya 169 unit.

“Ketika Jawa terang benderang, adalah ironi jika wilayah perbatasan masih hidup dalam kegelapan,” ujarnya.

Cornelis juga mendorong standar daya 1.300 VA per rumah tangga sebagai bagian dari visi transisi energi.

Namun ia mengingatkan, gagasan kompor listrik dan gaya hidup hijau akan menjadi wacana kosong tanpa pemerataan infrastruktur.

“Bagaimana kita mau bicara kompor listrik kalau listriknya saja belum ada?” katanya.

Terang Simbol Kehadiran Negara

Di Kerosik, listrik bukan hanya soal lampu menyala., mengganggu anak-anak bisa belajar tanpa bergantung pada lampu minyak. Pedagang bisa menyimpan bahan makanan lebih lama. Informasi bisa diakses tanpa keterbatasan.

Di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, terang juga menjadi simbol kehadiran negara.

Hingga kini, warga Dusun Kerosik masih menunggu. Menunggu kabel listrik yang menjalar ke rumah-rumah mereka. Menunggu saklar yang bisa ditekan untuk pertama kalinya.

Di ujung negeri, harapan itu belum padam. Meski malam terus datang, mereka percaya suatu hari terang benar-benar menyalabukan hanya sebagai janji, tetapi sebagai bukti bahwa negara hadir untuk semua.

Feature :
ditulis oleh : Apolonius welly

Berita terkait

Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), DKPPP Jember Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan

Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), DKPPP Jember Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan

Spektroom - Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional bertempat di Balai Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Jumat, (13/02/2026). Kepala Dinas Ketahanan Pangan Peternakan dan Perikanan Pemkab Jember, Sugiharto kepada spektroom.co.id mengatakan, Gerakan

Budi Sucahyono, Anggoro AP