Mendesak, Layanan Transportasi Perintis di Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

Mendesak, Layanan Transportasi Perintis di Daerah Terdampak Bencana di Sumatera
Transportasi perintis sangat dibutuhkan di daerah yang terdampak bencana

Spektroom - Sebanyak 52 Pemerintah daerah di Sumatera yang terdampak bencana alam, perlu segera mendapatkan alokasikan APBN untuk layanan transportasi perintis (orang dan barang).

Menurut Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno,  layanan ini mendesak tersedia mulai dari fase darurat, transisi, hingga pemulihan. Selain itu, akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama untuk diselesaikan terlebih dahulu .

“Transportasi perintis adalah layanan angkutan yang dibuka untuk melayani daerah-daerah yang secara komersial belum menguntungkan atau belum terjangkau oleh layanan transportasi reguler. Ketika 52 Pemerintah Daerah (Pemda) terdampak bencana alam, pemberian transportasi perintis (baik untuk orang maupun barang) akan memberikan manfaat yang sangat besar dalam fase tanggap darurat, transisi, hingga pemulihan,” ungkap Djoko kepada Speektrom, Rabu (17/12/2025).

Dijelaskan, transportasi perintis memiliki peran sentral dalam pemulihan, khususnya karena mampu menjangkau desa-desa atau wilayah terpencil yang jalur utamanya terputus (terutama akibat kerusakan jembatan dan jalan parah).

Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan harga di daerah pedalaman, layanan angkutan barang perintis harus disediakan guna memastikan pasokan barang pokok tetap tersedia dan biaya logistik tidak melonjak. Selain itu, untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di 52 Pemerintah Daerah (Pemda) terdampak, perlu dipertimbangkan penyediaan layanan angkutan gratis bagi warga. Layanan ini mencakup Angkutan Perkotaan, Angkutan Pedesaan dan Angkutan Antar Kota.

“Penyediaan angkutan umum gratis akan memulihkan mobilitas warga untuk kembali bekerja, bersekolah, mengakses ke pasar, dan mengangkut hasil bumi tanpa terbebani biaya transportasi, sehingga mempercepat pemulihan ekonomi lokal,” ungkap Djoko yang juga Pengamat transportasi Nasional.

Bus perintis dapat digunakan sebagai angkutan sekolah sementara bagi siswa yang sekolahnya rusak atau yang jalur angkutan regulernya terhenti. Begitu juga untuk akses masyarakat ke fasilitas kesehatan yang tersisa. Layanan perintis yang stabil memberikan rasa aman dan normalisasi bagi masyarakat terdampak, menunjukkan kehadiran dan kepedulian pemerintah, serta membantu mengurangi trauma dan kecemasan pasca bencana.

“Secara keseluruhan, transportasi perintis berfungsi sebagai 'urat nadi sementara' yang memastikan konektivitas dasar tetap berjalan, mencegah daerah-daerah tersebut menjadi terisolasi total, dan mempercepat proses transisi dari fase darurat ke fase pemulihan,” tandas Djoko.

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti