Menendang Bola di Kaki Gunung Slamet: Sensasi Sport Tourism di B23 Soccerfield

Menendang Bola di Kaki Gunung Slamet: Sensasi Sport Tourism di B23 Soccerfield
Rumput sintetis dari China dan latar belakang Gunung Slamet membuat pengalaman bermain terasa lebih aman dan nyaman, (Foto: Bian Pamungkas).

Di kaki megahnya Gunung Slamet, sebuah ruang baru bagi pecinta olahraga dan wisata hadir membawa warna berbeda. B23 Soccerfield bukan sekadar lapangan sepak bola—ia menjelma menjadi destinasi yang memadukan semangat olahraga dengan keindahan alam yang memanjakan mata.

Lahir dari kecintaan terhadap sepak bola, B23 Soccerfield dibangun dengan satu tujuan sederhana namun kuat: menghadirkan ruang bermain yang layak, nyaman, dan terbuka bagi semua kalangan. Di tempat ini, sepak bola bukan hanya soal mencetak gol, tetapi juga tentang merawat kebersamaan, membangun semangat, dan menghidupkan gaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 13.000 meter persegi, kawasan ini dirancang tidak hanya untuk pemain, tetapi juga untuk para pengunjung yang ingin menikmati suasana. Rumput sintetis berkualitas impor yang digunakan membuat pengalaman bermain terasa lebih aman dan nyaman, bahkan mendekati standar profesional.

Fandi Nur Ikhsan, Co-Owner B23 Soccerfield ketika ditemui Spektroom.co.id, Sabtu (28/3/2026) mengatakann daya tarik utama, justru terletak pada konsep yang diusung: sport tourism.

"Bayangkan bermain bola dengan latar belakang Gunung Slamet yang menjulang, udara sejuk khas pegunungan, serta hamparan hijau yang menenangkan." ujar Fandi.

Perpaduan ini menciptakan pengalaman yang tak hanya menyegarkan tubuh, tetapi juga pikiran. Dalam waktu singkat, tempat ini pun viral. Banyak orang datang bukan hanya untuk bermain, tetapi juga sekadar menikmati suasana atau mengabadikan momen.

Salah satunya Lana, pengunjung asal Manyaran, Semarang, yang mengaku penasaran setelah melihat ramai di media sosial.

“Wah bagus banget view-nya, apalagi berada di desa wisata. Harapannya ke depan akses jalannya bisa lebih difasilitasi,” ujarnya.

B23 Soccer Field terus disempurnakan menuju obyek sport wisata baru di Purwokerto (Foto : Bian Pamungkas)

Berkah bagi Warga Sekitar
Kehadiran B23 Soccerfield tak hanya membawa angin segar bagi dunia olahraga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Sekitar 30 pelaku UMKM kini tumbuh dan ikut meramaikan kawasan ini.

Tariwan (58), warga Kemutug Lor, menjadi salah satu yang merasakan langsung dampaknya. Ia berjualan sempol di sekitar lokasi dan mengaku dagangannya laris manis, terutama setelah Lebaran.

“Setiap hari bisa habis tiga adonan, masing-masing tiga kilo. Satu porsi sepuluh ribu,” tuturnya.

Pelaku UMKM desa Kemutug Lor Baturaden mendapat rejeki dari Sport wisata B23 Soccerfield. (Foto : Bian Pamungkas).

Hal serupa dirasakan Mugiyanto (40), pedagang cilok yang bahkan kewalahan melayani pembeli dalam beberapa hari terakhir.

“Pembeli sampai berebut, alhamdulillah,” katanya.

Di sisi lain, Wahidin yang membantu mengelola parkir juga merasakan peningkatan aktivitas. Banyaknya kendaraan yang keluar masuk menjadi bukti bahwa destinasi ini benar-benar hidup dan diminati.

Menuju Ikon Wisata Olahraga Purwokerto.

Ke depan, B23 Soccerfield tidak berhenti di sini. Pengelola telah menyiapkan berbagai rencana pengembangan, mulai dari pembangunan tribun, pemasangan lampu untuk pertandingan malam, hingga penyelenggaraan event dan turnamen rutin.

Tak hanya itu, kawasan ini juga akan dilengkapi jogging track dan ruang terbuka untuk keluarga, menjadikannya destinasi terpadu yang bisa dinikmati semua usia. Bahkan, ada harapan besar untuk menghadirkan sekolah sepak bola hingga menjadi pusat training camp bagi tim-tim dari berbagai level kompetisi.

Dengan segala potensinya, B23 Soccerfield perlahan menapaki jalannya menjadi ikon baru sport tourism di Purwokerto—sebuah tempat di mana olahraga, wisata, dan pemberdayaan ekonomi lokal berpadu dalam satu lapangan yang sama.

Berita terkait