Mengapa Trump Begitu Ngotot Menggempur Iran?
Oleh : Heriyoko - Jurnalis Spektroom
Jakarta - Spektroom : Senat Amerika Serikat baru saja menolak resolusi untuk membatasi wewenang Presiden Donald Trump dalam perang di Iran. Ini adalah upaya kesembilan dari Partai Demokrat yang kembali gagal. Meski mendapat protes dari dalam negeri dan penolakan dari sekutu dunia, serangan udara AS dan Israel ke Iran tetap berjalan sejak Februari lalu.
Ada tiga alasan besar mengapa Trump terus melanjutkan perang ini:
Menunjukkan kekuatan militer sering digunakan untuk menarik simpati pemilih di dalam negeri.
Israel menganggap Iran sebagai ancaman terbesar. AS berkomitmen penuh untuk melindungi dan mendukung rencana militer Israel di Timur Tengah.
Wilayah Timur Tengah kaya akan minyak. Menguasai jalur ini memberikan keuntungan ekonomi dan politik yang sangat besar bagi AS.
Mengapa Dunia Seolah Membiarkan?
AS memiliki hak khusus di PBB. Mereka bisa membatalkan keputusan dunia yang ingin menghukum mereka atau Israel.
Banyak negara takut menjatuhkan sanksi kepada AS karena ekonomi mereka bisa ikut hancur.
Hukum Internasional yang Lemah, sering kali tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas jika berhadapan dengan negara adidaya
Meski resolusi gagal, pemungutan suara kemarin menunjukkan bahwa Trump tidak sepenuhnya aman. Beberapa politisi dari partainya sendiri (Partai Republik) mulai berbalik arah mendukung Demokrat untuk menghentikan perang.
Saat ini, dunia sedang menunggu tanggal 19 Juni. Hari di mana rincian kesepakatan baru dengan Iran akan ditandatangani di Swiss. Apakah kesepakatan ini akan membawa damai, atau justru menjadi babak baru dari konflik yang tidak berujung? Kita tunggu saja.(**).