Menjaga yang Bukan Miliknya: Suka Duka Suci Ramadhani Mengelola Hotel Kucing Saat Mudik Lebaran
Purwokerto-Spektroon: Di sebuah sudut kota Purwokerto, suara dengkuran halus dan sesekali “meong” menyambut siapa saja yang datang. Bagi Suci Ramadhani, suara-suara itu bukan sekadar kebisingan—melainkan irama keseharian yang ia rawat sejak 2019.
Berawal dari kecintaannya pada kucing, Suci tak pernah menyangka hobi itu akan berkembang menjadi sebuah usaha penitipan hewan.
“Awalnya karena saya suka kucing, punya kucing juga. Terus lihat banyak pecinta kucing di sini, ternyata kebutuhannya besar,” tuturnya di Cat Point, Hotel Kucing Pabuaran Purwokerto Utara Rabu (25/3/2026).
Usaha itu dimulai sederhana—hanya dari rumahnya sendiri, sekitar satu kilometer dari lokasi usahanya sekarang di Pabuaran PurwokertobUtara. Namun perlahan, kepercayaan pelanggan tumbuh. Dari hanya beberapa ekor kucing, kini ia bisa merawat puluhan dalam satu waktu, terutama saat momen sibuk seperti Lebaran.
Antara Bermain dan Tanggung Jawab
Bagi Suci, bagian paling menyenangkan dari pekerjaannya adalah kedekatan dengan hewan dan manusia sekaligus. Ia tak hanya merawat kucing, tapi juga membangun relasi dengan para pemiliknya.
“Senangnya itu bisa sambil main sama kucing-kucing. Terus ketemu banyak orang, pelanggan jadi teman juga,” katanya.
Namun di balik itu, ada tanggung jawab besar yang tak bisa dianggap remeh. Kucing-kucing yang ia rawat bukan miliknya sendiri. Masing-masing punya karakter, kebutuhan, bahkan “mood” yang berbeda.
“Ada yang langsung dekat, ada juga yang butuh adaptasi. Itu tantangannya,” ujarnya.

Ia harus memahami kebiasaan tiap kucing—dari pola makan, kondisi kesehatan, hingga apakah sedang dalam masa birahi. Bahkan, untuk mencegah konflik, ia harus mengatur jarak antar kucing tertentu.
Kejujuran Jadi Kunci
Dalam bisnis penitipan hewan, Suci menekankan satu hal penting: kejujuran dari pemilik.
“Salah satu yang paling penting itu kejujuran pelanggan, terutama soal kondisi kesehatan kucingnya,” jelasnya.
Syarat penitipan pun cukup jelas—kucing harus dalam kondisi sehat, dan lebih baik jika sudah divaksin. Meski begitu, ia tetap menerima kucing yang belum divaksin dengan pengawasan ekstra.
Selain penitipan, Suci juga menyediakan layanan grooming dan perawatan, termasuk penanganan kutu atau jamur. Ia bahkan terbiasa “mengajak ngobrol” kucing-kucing yang dititipkan, sebagai bentuk pendekatan agar mereka tidak stres.
Dari Mahasiswa Jadi Pengusaha
Menariknya, usaha ini ia jalankan sejak masih kuliah. Suci merupakan alumni sebuah kampus di Purwokerto dan sempat mendapatkan pendanaan dari program pemerintah sebelum lulus pada 2022.
Kini, ia mengelola usaha itu secara mandiri, dibantu sang ibu. Penghasilannya pun cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membiayai kuliahnya dulu.
Tak hanya itu, usahanya juga mendapat rating tinggi di Google, membuatnya mudah ditemukan oleh pelanggan dari berbagai daerah seperti Cilacap, Ajibarang, hingga Purbalingga.
Lebaran: Puncak Kesibukan
Jika hari biasa ia merawat sekitar 5 hingga 10 kucing, suasana berubah drastis saat Idul Fitri. Tahun 2026 ini, jumlah kucing yang dititipkan mencapai 48 ekor.
“Memang paling ramai itu saat Lebaran,” katanya.
Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat yang ingin mudik tanpa khawatir meninggalkan hewan peliharaannya.
Rasa Tenang Para Pemilik
Bagi pelanggan, layanan seperti yang dikelola Suci bukan sekadar jasa—melainkan solusi ketenangan.
Ninung, warga Kalibener Purwokerto, mengaku rutin menitipkan kucingnya saat mudik.
“Selama 10 hari saya bisa pergi dengan tenang, nggak khawatir. Walau harus bayar Rp40 ribu per hari,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Effendi, warga Manyaran Semarang. Ia merasa lebih aman karena kucingnya terawat dan diawasi dengan baik.
Merawat dengan Hati
Bagi Suci, mengelola “hotel kucing” bukan sekadar bisnis. Ada ikatan emosional yang terbangun setiap hari—baik dengan hewan maupun manusia.
Di balik kandang-kandang berukuran 60 hingga 85 sentimeter, tempat makan, pasir gumpal, hingga rutinitas harian, tersimpan satu hal yang tak terlihat: kepedulian.
Suci tahu betul, setiap kucing yang datang membawa kepercayaan dari pemiliknya. Dan di situlah, suka dan duka itu bertemu—antara rasa lelah, tanggung jawab, dan kebahagiaan sederhana saat seekor kucing merasa nyaman di tempat yang bukan rumahnya.