Menkop Optimis Kopdes Merah Putih Bisa Berjalan Oktober Mendatang

Menkop  Optimis  Kopdes Merah Putih Bisa Berjalan  Oktober Mendatang
Menteri Koperasi bicara didepan para Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya di Sentul ( foto: humas Kemenkop)

Spektroom  - Sosialisasi Koperasi Desa ( kopdes) Merah Putih  gencar dilaksanakan, karena untuk mensukseskan program strategis 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia, langkah sosialisasi menjadi salah satu elemen penting yang tidak boleh diabaikan.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjabarkan perjalanan Kopdes Merah Putih dari tahap satu (pembentukan) hingga tahap kedua operasionalisasi dan pengembangan) yang harus berjalan pada Oktober 2025 mendatang." Hal tersebut dikatakan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono di depan para  purnawirawan dan pejuang yang tergabung dalam Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR), di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/9/ 2025).

Menkop Ferry  Optimis  Kopdes Merah Putih Bisa Berjalan  Oktober Mendatang,walaupun  selama ini masyarakat desa masih sulit mengakses permodalan. Menkop menekankan bahwa program Kopdes/Kel Merah Putih merupakan edukasi bagi masyarakat desa dalam mengubah mental untuk menjadi subjek pelaku dari kegiatan ekonomi. "Di luar itu, desa di Indonesia juga banyak diwarnai oleh praktek rentenir, tengkulak, hingga pinjol ilegal,” ungkap Menkop.

Menkop optimis Kopdes/Kel Merah Putih bisa segera beroperasi pada Oktober mendatang. Ditambah lagi, sumber keuangannya juga sudah tersedia, pasca pergantian Menteri Keuangan RI. "Saya bersama Menkeu juga akan rapat kembali untuk mendetailkan tata cara pencairan plafon pinjaman dan juga menyelesaikan manual book dari masing-masing bank Himbara untuk membuat proposal bisnis," terang Menkop.

Menteri Koperasi berfoto bersama purnawirawan pejuang indonesia raya (PPIR) ( foto: humas Kemenkop)

Dalam hal ini, Menkop mendorong bank-bank Himbara untuk mengajarkan  masyarakat desa membuat proposal bisnis. "Jadi, Kopdes ini diminta Presiden Prabowo harus punya gerai atau toko. Fungsinya, menjual barang-barang bersubsidi seperti gas elpiji 3 kilogram, beras, gula, minyak, serta pupuk," kata Menkop.

Lebih dari itu, Menkop juga menjabarkan bahwa salah satu kegiatan usaha Kopdes Merah Putih adalah membuka apotik dan klinik desa. Pihaknya mengandalkan BUMN yang bergerak di bidang farmasi. Sayangnya, mereka tidak bisa menggunakan skema konsinyasi.

"Kalau Kopdes Merah Putih tidak konsinyasi, alias harus bayar, kan tidak mungkin. Nah, akhirnya kita minta swasta di industri farmasi juga ikut membantu menyediakan obat murah dengan sistem konsinyasi, serta diskon 50%," papar Menkop.

Selain fungsi menjadi gerai penyedia barang-barang berharga murah dan terjangkau dengan memangkas mata rantai distribusi yang berkepanjangan, fungsi Kopdes Merah Putih lainnya adalah menjadi instrumen untuk penyaluran barang-barang atau program-program dari pemerintah Bansos, BRT, PKH, dan lain sebagainya.

"Yang ketiga, fungsi koperasi desa adalah menjadi offtaker dari hasil produk masyarakat desa seperti pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, dan sebagainya," ujar Menkop.

Berita terkait

BREAKING NEWS Kapolda Kalbar: Anak Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Sudah Beraktivitas Normal

BREAKING NEWS Kapolda Kalbar: Anak Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Sudah Beraktivitas Normal

Spektroom - Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto memastikan anak yang diduga terlibat dalam pelemparan bom molotov di lingkungan SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, berada dalam kondisi baik dan telah kembali menjalani aktivitas normal. Pipit mengatakan, kepolisian telah melakukan pendalaman terkait latar belakang peristiwa tersebut. Dari

Apolonius welly, Rafles