Mensos : Ada Harapan Baru Bagi Masa Depan Anak - Anak Pingiran Melalui Sekolah Rakyat

Mensos :  Ada Harapan Baru Bagi Masa Depan Anak - Anak Pingiran Melalui Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab dipanggil Gus Ipul / (Foto : humas Unesa.

Spektroom – Di balik riuh dunia yang kerap tak ramah bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, Sekolah Rakyat hadir membawa kabar baik. Sebuah ruang belajar yang tidak sekadar mengajarkan angka dan huruf, tetapi menumbuhkan harapan. Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan, pelaksanaan Sekolah Rakyat sepanjang 2025 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

“Alhamdulillah, Sekolah Rakyat tahun ini bisa berjalan dengan baik. Di awal memang ada pekerjaan rumah, tapi sekarang proses belajar-mengajarnya sudah mulai terlihat hasilnya,” ujar Gus Ipul usai menghadiri Pra Launching Sekolah Rakyat dan Doa untuk Sumatera di Graha Unesa, Senin (29/12/2025).

Program ini bukan sekadar proyek pendidikan, melainkan ikhtiar negara memutus mata rantai kemiskinan dari hulu anak-anak. Untuk memastikan kualitas, Kementerian Sosial melibatkan Ketua Tim Ahli Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Prof. Muhammad Nuh, yang secara khusus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program selama enam bulan terakhir.

Perkembangannya terasa nyata. Jumlah titik Sekolah Rakyat terus bertambah. Pada Juli tercatat 63 titik, Agustus 37 titik, dan melonjak signifikan pada September menjadi 66 titik. Hingga kini, terdapat 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai Daerah.

“Yang paling membuat kami terharu adalah mulai terlihatnya bakat-bakat anak-anak. Ada yang menonjol di seni, ada yang di sains, ada yang di keterampilan. Ini jadi energi besar bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas program,” kata Gus Ipul.

Berbeda dari Sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak menjadikan Tes Akademik sebagai pintu masuk. Proses seleksi dimulai dari pemeriksaan kesehatan, lalu dilanjutkan dengan pemetaan potensi melalui DNA Talent sebuah metode berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang dikembangkan oleh Ari Ginanjar.

“Lewat tes ini, kita bisa melihat kecerdasan, minat, dan bakat anak. Dari situ mereka diarahkan sesuai potensinya, apakah ke Teknik, Kesehatan , Hukum, atau bidang lainnya,” jelasnya.

Pendekatan ini membuat setiap anak dipandang sebagai individu utuh, bukan sekadar angka rapor. Tujuannya sederhana namun mendalam: agar setiap Siswa tumbuh dengan arah hidup yang jelas dan rasa percaya diri terhadap masa depannya.

Sesuai arahan Presiden, lulusan Sekolah Rakyat diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Namun, bagi mereka yang memilih langsung bekerja, negara tidak melepas begitu saja. Pemerintah menyiapkan jalur agar mereka menjadi tenaga kerja terampil, baik untuk kebutuhan Dalam Negeri maupun Luar Negeri.

“Kalau ada yang ingin berwirausaha, juga akan kami dampingi. Sejak awal kami sudah memikirkan siapa profil Lulusan Sekolah Rakyat, bagaimana proses pendidikannya, sampai apa yang mereka lakukan setelah lulus,” tutur Gus Ipul.

Ia tak menutup mata bahwa di awal pelaksanaan masih terdapat kendala sarana dan prasarana. Namun secara bertahap, kebutuhan dasar seperti Gedung , Air Bersih, Listrik, perangkat Digital, hingga jaringan Internet kini mulai terpenuhi.

Ke depan, Pemerintah menargetkan pembangunan 104 Gedung Permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk di Kota Surabaya sebuah investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak Bangsa.

Untuk memastikan keberlanjutan Pendidikan, Kemensos juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta sejumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, seperti Universitas Ary Ginanjar, Universitas Esa Unggul, dan kampus lainnya.

“Anak-anak yang ingin kuliah akan kami dampingi dan arahkan sesuai potensinya,” pungkas Gus Ipul.

Di Sekolah Rakyat, pendidikan bukan lagi kemewahan. Ia menjadi jembatan yang mengantarkan anak-anak dari keterbatasan menuju masa depan yang lebih adil dan bermartabat. ( Agus Suyono)

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti