Mentan : Indonesia Berhasil Hentikan Import Beras
Spektroom - Indonesia telah mencapai 99 persen swasembada beras dan berhasil menghentikan total import beras.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ( Kamis, 13/11/2025 ) dalam dialog penting menyatukan daya pertanian infrastruktur dan potensi daerah - Indonesia Punya Kamu IPK 2025 di Auditorum Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Menurut Andi, capaian keberhasilan swasembada pangan dapat diraih dengan dukungan kerja keras di bawah target ambisius Presiden dan kolaborasi berbagai pihak.
Selain itu dalam paparannya, Mentan menyatakan keyakinannya dalam satu bulan ke depan, swasembada 100% akan tercapai, bahkan penghentian impor oleh Indonesia telah menggetarkan dunia dan berdampak langsung pada harga beras global, yang diklaimnya turun dari $650 menjadi $370 per ton.
Ditegaskan juga target yang diberikan Presiden swasembada yang semula direncanakan 4 tahun, dipercepat beberapa kali hingga menjadi hanya 1 tahun sehingga secara menganalogikan tekanan dengan bekerja keras tanpa henti bersama jajarannya .
" Kami kerja tidak ada tanggal merah siang malam sama " Tegas Amran
Disisi lain, pencapaian swasembada ini, menurut Amran, telah divalidasi oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejalan dengan prediksi lembaga internasional seperti United States Department of Agriculture (USDA) dan FAO, dimana keberhasilan bukan hasil kerjanya sendiri, melainkan kolaborasi berbagai elemen, meski ada pihak yang tidak senang yakni para importir dan mafia pangan sebab kehilangan keuntungan besar yang bisa mencapai triliunan rupiah dari satu kali impor.
Sebagai bukti keseriusannya dalam swasembada pangan, Amran mengungkapkan dalam satu tahun terakhir, pihaknya telah menetapkan 75 tersangka terkait berbagai kasus pangan, mulai dari pupuk palsu, oplos beras, hingga gula rafinasi, termasuk menepis kritik soal adanya beras busuk di gudang Bulog, dengan menyebut jumlahnya sangat kecil (0,071%) dibandingkan total stok.
" Dulu tidak ada yang busuk, karena berasnya yang kosong, gudangnya kosong" jelasnya
Selain sesi dialog tersebut, kegiatan IPK 2025 kedua yg memilih UNS sebagai tunas rumah ini juga menghadirkan talkshow inspiratif bertema “Keuangan Penting, No Indonesia Cemas, Yes Indonesia Emas” dengan pembicara Rektor UNS Prof. Hartono, Wali Kota Surakarta Respati Ardi, dan CEO Big Alpha Tirta Prayudha.
Dilanjutkan dengan sesi “Masa Depanmu Penting, Berpikir ke Depan Mulai Sekarang” bersama ilustrator Upin & Ipin Chiki Fawzi, Founder Distrik Berisik Rian Fahardhi, serta kreator konten Aulion.( Dan )