Menteri PU Tegaskan Komitmen Build Back Better Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Menteri PU Tegaskan Komitmen Build Back Better Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana  Sumatera
Menteri PU tegaskan komitmennya dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera ( spektroom.dd)

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui prinsip Build Back Better – membangun kemabli dengan lebih baik, lebih kuat, dan lebih tangguh.

Hal tersebut disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta,Kamis ( 12/2/2026)  dan menyampaikan pertemuan Rabu kemarin di Dedapgri  bahwa perkembangan penanganan pascabencana dilaksanakan sesuai arahan Presiden dan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.

“Pada sektor Air Baku dan Air Bersih progres penanganan telah mencapai rata-rata 72,7%. 2 embung terdampak telah 100% ditangani dan dari 176 SPAM terdampak, 153 di antaranya telah fungsional.

Usai pertemuan di Depdagri ( birkom pu)

Sementara itu, progres penanganan pada sektor Irigasi, Rawa, dan Sungai di tingkat pusat mencapai rata-rata 54,2%, dan di tingkat daerah mencapai 24,5%.

“Sebagaimana arahan Presiden, Penanganan muara menjadi prioritas langsung dalam percepatan normalisasi aliran sungai karena merupakan titik kendali utama yang menentukan kelancaran aliran sungai dari hulu hingga hilir.

Pada sektor konektivitas, seluruh ruas jalan dan jembatan nasional terdampak telah kembali berfungsi. “Sebanyak 99 ruas jalan nasional dan 34 jembatan nasional yang terdampak kini telah 100% fungsional." jelas Dody.

Konpers di depdagri Rabu kemarin ( birkom pu)

Pada sektor Sanitasi dan Persampahan, progres penanganan telah mencapai 100%, termasuk 15 TPA dan 12 IPLT terdampak yang seluruhnya telah ditangani.

Pada sektor Rumah Hunian dan Fasilitas Umum, progres rata-rata mencapai 66%, meningkat 25% dibanding akhir Januari 2026.

Indikasi kebutuhan anggaran penanganan bencana 2025–2029 mencapai Rp73,98 triliun, terdiri dari Tanggap Darurat Rp4,87 triliun dan Rehabilitasi & Rekonstruksi Rp69,10 triliun, dengan fokus penguatan rehabilitasi dan rekonstruksi jangka menengah-panjang melalui prinsip Build Back Better.

Sebelumnya, Rabu (11/2) Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa pemerintah telah membentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

"Secara umum, infrastruktur utama sudah berfungsi, pelayanan masyarakat telah berjalan, jaringan komunikasi sepenuhnya normal, dan proses rehab rekon terus berjalan dengan komitmen membangun lebih baik, lebih kuat, dan lebih kokoh untuk mencegah serta menghadapi potensi bencana ke depan,” tegasnya.

Sekretaris Kabinet Teddy menyampaikan bahwa Presiden terus memantau perkembangan pemulihan di daerah terdampak dan meminta agar Satgas serta para menteri dan pejabat terkait rutin menyampaikan pembaruan kepada publik.

Pemerintah optimistis, dengan sinergi seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan masyarakat, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera dapat diselesaikan secara cepat, adaptif, dan berkelanjutan.

Berita terkait

Program Prioritas Wihaji : BKKBN Maluku Utara Salurkan Nutrisi GENTING untuk Menekan Stunting

Program Prioritas Wihaji : BKKBN Maluku Utara Salurkan Nutrisi GENTING untuk Menekan Stunting

Loloda-Spektroom : Setelah menyalurkan bantuan sosial dalam rangka Hari Kartini oleh DWP Kemendukbangga/BKKBN RI di Desa Katana, Kecamatan Tobelo Timur, rombongan yang dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, dr. Victor Palimbong, M.K.M., melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Loloda Kepulauan. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penyaluran Bantuan Genting dari

Nanang Adrany