Menteri Kehutanan dan Kapolda Riau Tinjau Lokasi Bencana di Salareh Aia, Palembayan

Menteri Kehutanan dan Kapolda Riau Tinjau Lokasi Bencana di Salareh Aia, Palembayan
(Foto: Kominfo Agam)

Spektroom - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Rombongan bertolak dari Pekanbaru menggunakan helikopter dan mendarat di lapangan bola SMAN 2 Koto Gadang, Palembayan.

Setiba di lokasi, rombongan disambut Koordinator UPT Sumatera Barat (Kepala BPDAS Agam Kuantan), Kepala Balai Besar TNKS, Kepala BKSDA Sumbar, Kepala Taman Nasional Siberut, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd. Lutfi AR, SH, M.Si.

Setelah itu, rombongan meninjau posko pengungsian di SDN 05 Kayu Pasak, berdialog langsung dengan masyarakat terdampak, dan melanjutkan kunjungan ke titik kejadian banjir bandang untuk melihat kondisi lapangan secara langsung.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan menyampaikan duka mendalam atas bencana yang menimpa masyarakat.

“Atas nama pribadi dan atas nama pemerintah, kami menyampaikan belasungkawa sebesar-besarnya atas musibah hari ini. Baru saja saya bersama Kapolda Sumbar, Kapolda Riau, dan TNI mengevakuasi dua jenazah korban meninggal. Fokus utama kita hari ini adalah melaksanakan tanggap darurat,” ujarnya.

Menteri juga mengungkapkan keprihatinan setelah berbincang dengan para pengungsi.

“Tadi seorang ibu di posko masih kehilangan adik kandung dan keponakannya. Kami terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menyelesaikan tahap tanggap darurat ini. Alhamdulillah sudah banyak bantuan masuk, namun masih banyak lokasi terisolir. Kita data lagi ya Pak Sekda, agar alat berat dapat diarahkan ke lokasi-lokasi tersebut,” jelasnya.

Beliau menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta TNI–Polri kini memprioritaskan proses evakuasi.

“Dari Polda Riau juga telah dikirimkan lima psikolog untuk trauma healing bagi anak-anak terdampak. Kita selesaikan dulu proses evakuasi dan tanggap darurat ini. Setelah itu, tentu kami terbuka untuk evaluasi dan kritik,” tambahnya. (RRE/Rel)

Berita terkait