Menuju WBBM, MAN 2 Yogyakarta Mantapkan Budaya Integritas
Spektroom - Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang diraih MAN 2 Yogyakarta bukan sekadar plakat penghargaan. Ia lahir dari pembenahan layanan, tata kelola, hingga perubahan budaya kerja yang dibangun bertahun-tahun secara konsisten.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam Anugerah SAKIP dan Award tahun 2025 yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan diikuti jajaran madrasah secara daring.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, menegaskan capaian itu bukan hasil instan. “Alhamdulillah, capaian ini tidak diraih secara tiba-tiba. Ada proses panjang selama bertahun-tahun dengan dukungan, doa, dan pendampingan tanpa henti. Kunci keberhasilan kami adalah soliditas dan komitmen bersama,” ujarnya, Jum'at (13/2/2026).
Menurut Kamad, setiap bidang bergerak sesuai peran. Penguatan manajemen perubahan dilakukan untuk membangun budaya kerja dan internalisasi nilai integritas. SOP disempurnakan, layanan didigitalisasi, manajemen SDM ditata, akuntabilitas perencanaan serta pelaporan diperkuat, dan mutu layanan publik ditingkatkan melalui standar layanan serta survei kepuasan masyarakat.
Hartiningsih mengingatkan, predikat WBK bukan tujuan akhir. “Pengukuhan ini bukan akhir, melainkan titik awal untuk membangun budaya kerja yang lebih kuat, berintegritas, dan berorientasi pada mutu. Jangan berhenti pada seremoni, tetapi terus berinovasi, maju, dan berprestasi,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, madrasah membentuk Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas lintas unit dan fungsi. Tim ini memastikan implementasi berjalan terarah, konsisten, dan berkelanjutan. Target berikutnya jelas: melangkah menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dengan soliditas yang tetap terjaga. WBK diraih. PR belum selesai. Justru di situlah standar baru dimulai. (Polin Shafira)