Merawat UMKM Lewat Gerakan Jumat Beli Lokal
Jakarta — Spektroom : Aktivitas jual beli tidak hanya menghadirkan transaksi, tetapi juga membuka ruang pertemuan antara pelaku usaha lokal dengan calon konsumennya. Semangat itu terlihat dalam program Jumat Beli Lokal (JBL) yang digelar Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM).
Sebanyak 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung secara daring dan luring tersebut. Beragam produk lokal ditawarkan kepada masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka secara lebih luas.
JBL berlangsung pada 18 hingga 24 September 2026.
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan program tersebut dirancang sebagai ruang pemasaran sekaligus interaksi langsung antara pelaku UMKM dengan konsumen.
"Kegiatan ini kita adakan sebagai ruang yang efektif bagi pelaku UMKM Jakarta Selatan untuk memasarkan produknya. Di sini terjadi interaksi langsung antara pelaku UMKM dengan warga atau ASN di lingkungan Pemkot Jakarta Selatan untuk bertransaksi jual beli," ujar Syafrin, Jumat (18/9/2026).
Bagi Syafrin, geliat membeli produk lokal tidak semestinya hanya muncul ketika program JBL digelar. Ia berharap aktivitas tersebut berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, ketika masyarakat memilih produk yang dibuat pelaku usaha di lingkungannya sendiri, manfaatnya tidak berhenti pada konsumen dan penjual. Perputaran transaksi juga dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
"Transaksi yang dilakukan dengan UMKM lokal akan berdampak langsung terhadap penguatan ketahanan ekonomi masyarakat secara masif," katanya.
Ia juga menilai produk yang ditawarkan para pelaku UMKM telah mengalami perkembangan. Aspek kualitas, kebersihan, informasi mengenai masa penggunaan produk, hingga jaminan halal menjadi bagian yang diperhatikan sebelum produk dipasarkan.
Kemampuan pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital turut menjadi perhatian. Literasi digital dinilai memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan konsumen.
"Sangat bagusnya, seluruh UMKM kita sudah literasi digital. Sehingga bisa melakukan inovasi sesuai dengan ekspektasi warga terhadap produk yang mereka hasilkan," ungkapnya.
Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Azizah Syafrin, mengatakan sinergi tersebut diarahkan membantu produk perajin dan pelaku UMKM lokal agar semakin dikenal masyarakat.
"Dekranasda maupun TP PKK sangat mendukung UMKM ini agar bisa muncul di permukaan dan masyarakat juga tahu bahwa di Jakarta Selatan ini banyak hasil-hasil UMKM yang layak dibeli dan kualitasnya juga tidak kalah menarik," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin, mengatakan
"Kami ingin ASN dan warga dapat membeli produk pelaku UMKM ini. Sehingga, perputaran ekonomi UMKM berjalan dengan baik dan produknya semakin dikenal khalayak luas," tandasnya.