Mikroskopi dan Cerita Kopi yang Diseduh Perlahan

Mikroskopi dan Cerita Kopi yang Diseduh Perlahan
Mikroskopi dengan tenda khasnya selalu hadir disetiap even di kota Pontianak (Foto : Spektroom)

Spektroom - Di tengah menjamurnya coffee shop dan pelaku UMKM kopi di Kota Pontianak, Mikroskopi memilih berjalan dengan caranya sendiri.

Saat banyak kedai berlomba menghadirkan kopi susu kekinian berbasis latte dan mesin modern, Mikroskopi justru bertahan pada akar: menyeduh kopi secara manual, pelan, dan penuh perhatian.

Di sanalah karakter rasa dibangun, sekaligus cerita diracik dalam setiap cangkir.

Berdiri sejak tahun 2016, Mikroskopi bukan pemain baru dalam dunia perkopian Pontianak.

Sejak awal, kedai ini memang memosisikan diri sebagai ruang bagi para penikmat kopi dengan selera kuat.

Barista Mikroskopi, M. Danu Setya, menuturkan bahwa manual brew menjadi identitas yang ingin terus dijaga.

Teknik seduh alami ini, menurutnya, memungkinkan karakter asli biji kopi muncul lebih jujur, tanpa banyak intervensi.

“Untuk wilayah Pontianak, kami ingin menunjukkan signature kopi yang kami saring secara manual, yang mungkin jarang dilakukan di kedai kopi besar,” ujar Danu saat ditemui, Senin (19/01/2026).

Pilihan tersebut bukan tanpa risiko. Di tengah arus tren kopi susu manis yang digemari berbagai kalangan, manual brew kerap dianggap “tidak umum” dan membutuhkan kesabaran lebih, baik dari barista maupun pelanggan. Namun justru di situlah Mikroskopi menemukan pasarnya.

Mereka menyasar konsumen yang benar-benar ingin menikmati rasa kopi, bukan sekadar minuman pelepas dahaga.

Menurut Danu, pengunjung Mikroskopi didominasi anak muda hingga dewasa, dengan rentang usia 17 hingga 40 tahun.

Mereka datang bukan hanya untuk minum kopi, tetapi juga untuk berdialog—tentang rasa, aroma, bahkan proses di balik secangkir kopi yang disajikan.

Meski dikenal dengan seduhan manual, Mikroskopi tetap menghadirkan menu kopi susu sebagai jembatan bagi penikmat kopi yang baru berproses mengenal rasa. Dua menu andalan, Kosmik dan OG, menjadi pilihan favorit.

Kosmik adalah kopi susu basic yang dipadukan dengan sirup khas racikan Mikroskopi, sementara OG merupakan kopi susu klasik yang telah melekat sebagai identitas kedai ini.

Diakui Danu, geliat bisnis kopi di Pontianak tumbuh sangat pesat dari tahun ke tahun.

Hampir di setiap sudut jalan, coffee shop baru bermunculan dengan konsep dan gaya masing-masing.

Namun bagi Mikroskopi, persaingan bukan soal siapa yang paling ramai, melainkan siapa yang paling konsisten menjaga karakter.

Di tengah hiruk pikuk industri kopi yang kian kompetitif, Mikroskopi memilih setia pada proses.
Karena bagi mereka, kopi bukan sekadar tren, melainkan perjalanan rasa yang layak dinikmati perlahan.

Berita terkait