Minang Geopark Run 2025, Wujud Peduli Kondisi Sumbar
Spektroom - Minang Geopark Run (MGR) 2025 yang digelar di Bukittinggi, dengan mengusung tema "Sumbar Bangkit" sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi Sumatera Barat, yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, berlangsung sukses.
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah bersama Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias dan Founder Minang Geopark Run, Yv Tri Saputra, melepas 3.500 peserta di kawasan Jam Gadang Bukittinggi, Minggu (21/12/2025).
Gubernur berharap, event ini semakin menggairahkan sport tourism, memperluas promosi Geopark Ngarai Sianok, serta mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Sumbar.
“Penyelenggaraan event ini adalah hal yang positif bagi kepariwisataan Sumatera Barat, khususnya bagi Kota Bukittinggi dan Geopark Ngarai Sianok Maninjau. Semoga potensi sport tourism kita semakin baik, sehingga terus mengangkat citra kepariwisataan Bukittinggi dan Agam, khususnya Geopark Ngarai Sianok Maninjau, agar lebih dikenal banyak orang,” jelasnya.
Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, event MGR 2025 menjadi momen penting untuk membangun kolaborasi dan sinergi di antara pemerintah, pelaku wisata, ekonomi kreatif, dan pemangku kepentingan terkait.
Gubernur menegaskan, event ini juga merupakan bagian dari kepedulian terhadap kondisi Sumatera Barat, yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor, akibat cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.
“Pelari dan publik juga berpartisipasi dalam penggalangan dana secara daring, dan seluruh donasi akan disalurkan untuk membantu pemulihan masyarakat, serta fasilitas yang terdampak bencana di wilayah Sumatera Barat,” ungkapnya.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya penyelenggaraan MGR sebagai upaya penguatan kembali ekonomi daerah setelah masa bencana serta penyuksesan misi 1.001 event di Bukittinggi.
"Ada sekitar Rp22 Miliar pendapatan yang hilang di masa bencana karena banyaknya akses yang putus, kita boleh bersedih namun harus tetap berusaha mencari jalan keluar, jangan sampai lemah. Bukittinggi adalah kota tamu, semakin banyak orang yang datang, maka semakin meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Founder Minang Geopark Run, Yv Tri Saputra, mengatakan, pada kegiatan MGR kali ini juga dilakukan penggalangan dana, sebagai bentuk solidaritas, dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.
"Tahun ini menandai penyelenggaraan MGR untuk ke-6 kalinya sejak pertama kali digelar pada tahun 2018, dengan komitmen yang terus dijaga untuk menghadirkan event lari yang berdampak positif bagi daerah," jelasnya.
Yv Tri Saputra menerangkan, khusus di 2025 ini, MGR hadir sebagai gerakan yang relevan dengan kondisi daerah. Melalui tema Sumbar Bangkit penyelenggara mengajak pelari dan masyarakat untuk berlari sambil berbagi dan peduli.
“Selain fokus pada dampak sosial, MGR 2025 juga memperkuat kontribusi terhadap ekonomi lokal melalui Program UMKM Kolaborasi, yang melibatkan pelaku usaha di Kota Bukittinggi,” sebutnya.
Yv Tri Saputra menambahkan, program ini memberikan ruang promosi bagi UMKM, mendorong peningkatan kunjungan, serta menghadirkan diskon khusus bagi peserta Minang Geopark Run.(RRE/Rita-Roza)