Mitigasi Bencana Lumajang: Jaga Pohon Di Sekitar Rumah Dan Jalan, Cegah Pohon Tumbang
Spektroom - Pengelolaan lingkungan secara aktif oleh masyarakat merupakan strategi mitigasi risiko bencana yang efektif. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, menekankan pentingnya kesadaran lingkungan dan edukasi bencana bagi masyarakat, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan pohon tumbang, kerusakan infrastruktur, dan risiko bagi keselamatan warga.
“Kesadaran lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga warga. Dengan langkah sederhana seperti pemangkasan pohon dan pelaporan cepat, kita bisa mencegah kerusakan lebih luas dan melindungi keselamatan bersama,” tegas Hertutik dalam keterangannya, Kamis malam (4/12/2025).
Ia memberikan beberapa imbauan krusial:
Menjaga pohon di sekitar rumah dan jalan, termasuk rutin memangkas dahan yang rawan tumbang, untuk mencegah pohon roboh dan meminimalkan kerusakan.
Menghindari area berisiko tinggi saat hujan deras dan angin kencang, sebagai upaya perlindungan diri dan keluarga.
Melaporkan segera pohon atau benda berisiko tumbang ke perangkat desa atau DLH agar penanganan cepat dapat dilakukan sebelum menimbulkan korban atau kerugian lebih besar.
Selain edukasi masyarakat, Hertutik menjelaskan mekanisme penanganan pohon tumbang dan dampak cuaca ekstrem yang diterapkan DLH dan tim gabungan:
Penilaian cepat di lokasi kejadian untuk menentukan tingkat risiko dan prioritas penanganan.
Pembersihan darurat dengan melibatkan DLH, BPBD, TNI, Polri, dan relawan, untuk membuka akses jalan dan memulihkan fasilitas publik.
Pengalihan arus lalu lintas sementara ke jalur alternatif agar mobilitas masyarakat tetap terjaga.
Ia menekankan bahwa pendekatan edukatif yang terintegrasi dengan mitigasi bencana berbasis komunitas dapat membangun budaya sadar risiko. Langkah-langkah ini memperkuat ketahanan lingkungan, mengurangi potensi kerugian materi, dan melindungi nyawa warga dari dampak cuaca ekstrem.
“Cuaca ekstrem akan terus menjadi tantangan. Namun, apabila masyarakat memahami risiko dan menjalankan tindakan pencegahan dengan disiplin, dampak bencana bisa ditekan secara signifikan. Kesadaran dan partisipasi warga adalah kunci keselamatan bersama,” pungkasnya. (Yul/MC Kab. Lumajang)