MPKS PWM Kalsel dan LinkUp Indonesia Kolaborasi Bangun Kemandirian Anak Asuh

MPKS PWM Kalsel dan LinkUp Indonesia Kolaborasi Bangun Kemandirian Anak Asuh
Kegiatan pendampingan intensif untuk memperkuat kemandirian dan kepercayaan diri Anak Asuh.

Junaidi, Agung Yunianto

Spektroom — Berada dan tumbuh di Panti Asuhan tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti bermimpi. Spirit inilah yang terus didorong oleh Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan bersama Komunitas Sosial LinkUp Indonesia (KSLI), dengan menghadirkan pendampingan intensif untuk memperkuat kemandirian dan kepercayaan diri Anak Asuh.

Kegiatan bertema “Penguatan Kemandirian Anak Asuh” digelar di Aula Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Yatim Putra Muhammadiyah, Banjarmasin Utara. Puluhan Anak Asuh dan Pengasuh dari LKSA Muhammadiyah–Aisyiyah se Kalimantan Selatan mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias dan rasa ingin belajar yang tinggi.

Dua Narasumber dihadirkan, yaitu Azizah Fitriah, Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, serta Buyung Amrullah, Direktur LinkUp Indonesia, Komunitas yang berkomitmen memperluas keberdayaan sosial Anak Muda melalui penguatan karakter dan empati.

Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPKS PWM) Kalsel Bahrudin AR menegaskan, sinergi ini dilakukan selama enam bulan penuh dengan evaluasi rutin kepada Anak Asuh.

"Anak-anak harus tumbuh mandiri, percaya diri, dan punya cita-cita besar. Tim MPKS akan terus hadir mendampingi Mereka dalam belajar, beraktivitas, dan meraih masa depan yang mereka impikan,” ujar Bahrudin.

Pendampingan ini tidak hanya menyasar kemampuan Akademik, tetapi juga kesiapan hidup agar Mereka kelak mampu berkontribusi dalam Masyarakat.

Direktur LinkUp Indonesia, Buyung Amrullah, menjelaskan, setiap pekan Anak-anak akan belajar melalui permainan edukatif dan simulasi praktik, dengan fokus pada empat kecakapan masa kini, seperti : Critical Thinking (Berani menganalisis dan mengambil keputusan), Communication (mampu mengungkapkan pendapat dengan baik), Creativity (Mengembangkan ide dan solusi baru) dan Collaboration (berlatih kerja tim yang produktif).

"Karakter tidak lahir secara instan. Kita bangun perlahan hingga terbentuk kebiasaan positif yang membanggakan,” ungkap Buyung.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Kalsel Adriani Yulijar menyampaikan apresiasi dan menekankan peran penting pendampingan ini dalam melindungi dan mengembangkan potensi unik setiap Anak.

“Setiap Anak punya kelebihan berbeda. Kita bertugas membantu Mereka menemukan diri dan berkembang secara optimal,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga memperkuat kapasitas pengasuh dalam membaca karakter anak asuh, sehingga pola bimbingan dapat lebih tepat sasaran.

Selain pendampingan karakter, dukungan finansial juga diberikan.
Bank Syariah Indonesia (BSI) menyalurkan zakat sebesar Rp10 juta dan membuka rekening tabungan haji bagi Anak Asuh LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah se Kalimantan Selatan.

Langkah ini menjadi simbol, masa depan Anak Asuh harus direncanakan dengan penuh perhatian, bukan sekadar dibiarkan mengalir.

Kegiatan ini menjadi bagian dari perubahan besar, lingkungan Panti Asuhan adalah ruang tumbuh, bukan batasan. Sinergi antar Lembaga Kemanusiaan seperti Muhammadiyah, Aisyiyah, dan LinkUp Indonesia terus membuka peluang agar Anak-anak ini kelak menjadi pribadi mandiri, berdaya, dan berkontribusi untuk Negeri.*

Berita terkait

Melalui FPD Diskominfotik Bengkalis Matangkan Arah Program Digital 2027

Melalui FPD Diskominfotik Bengkalis Matangkan Arah Program Digital 2027

Bengkalis-Spektroom : Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah (FPD) Tahun 2026 dalam rangka penyempurnaan Rancangan Awal Renja 2027. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Diskominfotik, Jalan Kartini, Kamis, 26 Februari 2026. Kepala Dinas Kominfotik Agus Sofyan membuka forum dengan menegaskan pentingnya FPD sebagai wadah pematangan arah

Salman Nurmin, Rafles