Muhammad Abdul Faqih Raih Juara I Pada Cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia Putra
Semarang - Spektroom: Jawa Tengah menempati peringkat kedua, pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.
Salah satu prestasi membanggakan ditorehkan Muhammad Abdul Faqih, yang berhasil meraih terbaik pertama pada cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia putra.
Dia mengungkapkan syukur saat menerima penghargaan pada penutupan MTQ Nasional di Lapangan Simpang Lima Semarang, Sabtu (20/9/2026) malam.
Terlebih, momen itu disaksikan langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, dan para tamu undangan.
“Bahagia bisa mengharumkan nama daerah sendiri, Jawa Tengah. Kami berterima kasih kepada seluruh para guru, orang tua, dan juga yang telah membantu dalam pengembangan saya,” ucapnya, seusai menerima penghargaan.
Menurut Faqih, capaian tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan yang dijalani kafilah sejak Januari 2026. Training center dilakukan sebelum para kafilah tampil dalam kompetisi.
Dalam satu bulan, kafilah mengikuti empat kali pelatihan, dua kali daring dan dua kali luring. Persiapan kemudian dilanjutkan dengan karantina selama tiga pekan sebelum pelaksanaan MTQ Nasional.
“Kalau latihan mandiri di rumah juga sering murajaah Quran ya, sehari minimal tiga juz, dan juga mempelajari tafsirnya dengan belajar tafsir-tafsir dari ulama-ulama terdahulu,” ungkap Faqih.
Dituturkan, dia mempelajari Al-Qur’an dan tafsir selama sekitar sepuluh tahun. Lima tahun belajar di Pondok Pesantren Ploso, Kediri, kemudian lima tahun berikutnya di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta.
Bagi Faqih, proses tersebut membutuhkan niat yang kuat dan kesungguhan untuk terus berjuang. Dia berharap, prestasi yang diraih tidak berhenti pada pencapaian di arena MTQ, tetapi juga mendorong semakin banyak generasi muda untuk mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an.
“Pesan untuk teman-teman semua selalu istikamah dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an,” beber Warga Tuntang, Kabupaten Semarang ini.
Cerita perjuangan juga datang dari Nur Fadilla Aulia, kafilah Jateng yang meraih juara ketiga cabang Tahfidz Al-Qur’an putri. Dia bangga dapat turut mengantarkan Jateng meraih prestasi di tingkat nasional.
Berbagai dinamika latihan selama Januari hingga September 2026 telah dia rasakan. Termasuk rasa lelah yang silih berganti, dengan semangat untuk kembali berlatih dan mempersiapkan diri.
“Latihan ya pasti ada lelah, ada semangat, ada lelah, semangat lagi, lelah lagi gitu terus ya, tapi senang dan bangga,” ujar perempuan asal Kebumen, yang kini belajar di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Perjuangan para kafilah tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Dia menyampaikan selamat kepada para peserta yang telah meraih prestasi dalam MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Menurutnya, capaian ini adalah hasil dari pembinaan dan kerja keras yang dilakukan secara terus-menerus. Meski Jateng belum menjadi juara umum, dia tetap mengapresiasi seluruh kafilah yang telah berjuang dalam ajang tersebut.
“Itu adalah hasil jerih payah, upaya, latihan yang terus-menerus. Tetapi jangan salah, bahwa mereka khususnya Jawa Tengah, yang tidak dapat juara umum, tetap juara di hadapan Allah SWT karena melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an,” ungkap Luthfi.
Perjuangan para kafilah tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Dia menyampaikan selamat kepada para peserta yang telah meraih prestasi dalam MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.