Napak Tilas Karangkajen, Wamenag: Doa dan Ikhtiar Menjaga Amanah Kemenag di Usia 8 Dekade

Napak Tilas Karangkajen, Wamenag: Doa dan Ikhtiar Menjaga Amanah Kemenag di Usia 8 Dekade
Wamenag Romo Syafi’i Bersama Kepala Kanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej di pusara K.H. Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama ke 2 RI. (Dok.Kemenag RI)

Spektroom - Menjelang Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi’i menapaki Pemakaman Karangkajen, Yogyakarta, Jumat (2/1/2025). Di hadapan pusara para pendiri dan tokoh bangsa, ziarah ini menjadi ruang munajat memohon kekuatan agar amanah Kemenag tetap terjaga di usia delapan dekade.

Sore itu, langkah Wamenag Romo Syafi’i berjalan perlahan di antara nisan Karangkajen. Bersama Kepala Kanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej dan jajaran, ia menundukkan kepala, membaca doa, dan meresapi jejak pengabdian para pendahulu. Ziarah ini bukan rutinitas protokoler, melainkan upaya menghadirkan kembali ruh perjuangan dalam kerja-kerja keagamaan hari ini.

Doa dipanjatkan di pusara K.H. Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama ke-2 Republik Indonesia. Dari beliau, Kemenag belajar tentang keteguhan menjaga negara dan agama dalam satu tarikan napas.

Wamenag dan jajaran di hadapan pusara malam K.H. Ahmad Dahlan, pembaru pendidika Islam. (dok Kemenag RI)

Ziarah dilanjutkan ke makam Pahlawan Nasional K.H. Ahmad Dahlan, pembaru pendidikan Islam, serta ke pusara Prof. Drs. Lafran Pane, pendiri HMI, yang mewariskan tradisi intelektual Islam yang berakhlak dan kebangsaan.

Wamenag saat di pusara Prof. Drs. Lafran Pane, pendiri HMI. (dok Kemenag RI)

Di Karangkajen, ziarah menjadi pengingat bahwa jabatan adalah amanah, dan pelayanan keagamaan adalah ibadah yang kelak dipertanggung jawabkan, bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Allah SWT.

“Ziarah ini adalah ikhtiar batin. Kita mendoakan para pendahulu sekaligus memohon petunjuk agar Kementerian Agama tetap lurus menjaga amanah umat dan bangsa,” ujar Romo Syafi’i.

Memasuki usia 8 dekade, Kementerian Agama meneguhkan langkahnya sebagai pelayan umat dan penjaga harmoni bangsa. Hari Amal Bakti ke-80, yang diperingati 3 Januari 2025, menjadi momentum muhasabah menyimak masa lalu, menata hari ini dan memohon bimbingan serta keberkahan untuk masa depan. (Polin - Pramudya)

Berita terkait