Narkoba Masih Mengancam, Polda Kalbar Serukan Perang Total Lawan Narkoba Ajak Warga Aktif Melapor
Pontianak, Spektroom — Kepolisian Daerah Kalimantan Barat kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya serius penyalahgunaan narkoba yang mengancam generasi muda dan keamanan lingkungan.
Melalui imbauan terbaru yang disampaikan Sabtu (02/05/2026), Polda Kalbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif memerangi peredaran narkotika.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polda Kalbar dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan preventif dan penegakan hukum secara tegas.
Polisi menilai perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan dukungan dan kepedulian masyarakat luas.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan narkotika telah menjadi ancaman nyata yang mampu merusak kesehatan, menghancurkan masa depan generasi muda, hingga memicu berbagai tindak kriminal di lingkungan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi narkoba dalam bentuk apa pun.
Laporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika di lingkungan sekitar,” ujar Bambang.
Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, terutama di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Menurutnya, informasi dari warga kerap menjadi pintu awal pengungkapan kasus narkotika oleh kepolisian.
Bambang juga meminta masyarakat untuk tidak takut melapor apabila menemukan dugaan aktivitas peredaran narkotika maupun gangguan keamanan lainnya yang berpotensi mengancam ketertiban umum.
“Apabila di lingkungan diduga ada aktivitas peredaran narkotika atau aktivitas lainnya yang bisa mengganggu kamtibmas, silakan masyarakat melaporkan melalui Call Center 110,” tegasnya.
Selain melakukan penindakan, Polda Kalbar juga terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan generasi muda.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan penyuluhan di sekolah, kampus, hingga lingkungan masyarakat.
Polda Kalbar menilai kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam mencegah semakin meluasnya peredaran narkoba di Kalimantan Barat.
Sebab, dampak narkotika tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga keluarga dan lingkungan sosial di sekitarnya.
Melalui imbauan ini, kepolisian berharap tercipta sinergi kuat antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga Kalimantan Barat tetap aman dan bersih dari narkoba.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita berharap Kalimantan Barat dapat terbebas dari ancaman narkotika demi terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan produktif,” tutup Bambang.