Nelayan Pidie Jaya Mulai Melaut, Geliat Ekonomi Dimulai Lewat Normalisasi Sungai Krueng Meureudu

Nelayan Pidie Jaya Mulai Melaut, Geliat Ekonomi Dimulai  Lewat Normalisasi Sungai Krueng Meureudu
Untuk perlancar nelayan melaut Kementerian PU melakukan normalisasi sungai Krueng Meurwudu Kabupaten Pidijaya ( bbws aceh)

Spektroom – Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya terus menunjukkan hasil nyata. Geliat perekonomian masyarakat, khususnya nelayan berangsur kembali pulih seiring penanganan darurat Sungai Krueng Meureudu oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Normalisasi sungai yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh secara bertahap berhasil mengembalikan fungsi alur Sungai Krueng Meureudu hingga ke muara, sehingga perahu nelayan kini kembali dapat melaut dengan aman tanpa terkendala pendangkalan sedimen.

Normalisasi sungai secara bertahap berhasil mengembalikan fungsi alur Sungai Krueng Meureudu ( bbws aceh)

Untuk itu Kementerian PU memastikan fungsi infrastruktur Sumber Daya Air kembali normal serta mengurangi  risiko banjir susulan. Penanganan darurat difokuskan pada pembersihan sedimen, pengangkatan material kayu, normalisasi, serta perbaikan alur sungai di titik-titik kritis agar aliran air kembali lancar dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

Menteri PU Dody Hanggodo berharap percepatan penanganan infrastruktur pascabencana tidak hanya bertujuan mengurangi risiko bencana lanjutan, tetapi juga mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.

"Kementerian PU berkomitmen terus hadir dalam penanganan bencana di Aceh untuk memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama di masa-masa sulit pascabencana,” kata Menteri Dody di Jakarta ,Kamis (8/1/2026)

Sebelum melakukan normalisasi sungai dilakukan pengangkatan kayu kayu dari badan sungai ( (bbws aceh)

Kementerian PU melalui BWS Sumatera I Aceh telah melakukan pembersihan kayu dan pelebaran Sungai Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya. Penanganan dilakukan dengan mengurangi sedimentasi, meningkatkan kapasitas aliran sungai, serta melindungi infrastruktur jalan dan jembatan di sekitarnya, terutama pada wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi.

Saat ini, alur Sungai Krueng Meureudu telah terbuka sepanjang 5.7 km, mulai dari Jembatan Jalan Nasional ruas Meureudu-Batas Pidie Jaya hingga ke muara (kuala). Dengan kondisi tersebut, sungai sudah mampu mengalirkan debit air hingga kala ulang 5 tahunan sehingga perahu nelayan yang sebelumnya tertahan akibat pendangkalan material banjir bandang kini sudah dapat keluar dari tambatan dan kembali menuju laut untuk melaut dan mencari nafkah.

Kementerian PU akan terus memantau kondisi sungai dan infrastruktur pendukung lainnya serta siap melakukan langkah lanjutan untuk penanganan jangka panjang. Dengan pulihnya fungsi Sungai Krueng Meureudu, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Pidie Jaya dapat kembali berjalan normal secara bertahap, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap risiko bencana serupa.

Berita terkait