Nonton bareng Sepak Bola Piala Dunia Menyatukan Polisi, Wartawan, dan Warga Pontianak
Pontianak-Spektroom : Dini hari biasanya menjadi waktu sebagian besar warga terlelap.
Namun suasana berbeda terlihat di sebuah warung kopi di Jalan Reformasi, Kota Pontianak, Rabu (24/06/2026).
Lampu masih menyala terang, aroma kopi menguar, dan puluhan pasang mata tertuju ke layar yang menayangkan pertandingan Piala Dunia 2026.
Di tempat itu, sekat-sekat profesi seolah menghilang. Polisi, wartawan, dan masyarakat duduk berdampingan menikmati pertandingan antara Portugal dan Uzbekistan.

Sorak sorai sesekali pecah ketika peluang tercipta, disusul tepuk tangan saat gol bersarang ke gawang Uzbekistan. Kegiatan nonton bareng yang digelar Bidhumas Polda Kalbar tersebut bukan sekadar agenda menyaksikan pertandingan sepak bola.
Lebih dari itu, acara ini menjadi ruang pertemuan yang menghadirkan suasana santai dan akrab di tengah rutinitas masing-masing. Di salah satu sudut warung, beberapa anggota kepolisian tampak berbincang ringan dengan warga. Topik pembicaraan tidak melulu soal keamanan atau pekerjaan.
Ada yang membahas peluang Portugal menjadi juara, ada pula yang mengenang momen-momen Piala Dunia dari tahun-tahun sebelumnya.
Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Portugal 5-0 atas Uzbekistan menjadi hiburan tersendiri bagi para penonton. Namun yang lebih menarik adalah bagaimana olahraga mampu mencairkan suasana dan mempertemukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kalbar AKBP Prinanto yang hadir mewakili Kabidhumas Polda Kalbar mengatakan momentum olahraga dunia seperti Piala Dunia dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan sederhana seperti nonton bareng mampu menghadirkan komunikasi yang lebih cair dan terbuka. Dalam suasana nonformal, masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan anggota kepolisian tanpa rasa sungkan.
Bagi sebagian warga yang hadir, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang berbeda. Mereka tidak hanya datang untuk mendukung tim favorit, tetapi juga menikmati kebersamaan yang jarang ditemukan dalam aktivitas sehari-hari.
Warung kopi yang biasanya menjadi tempat berkumpul para penikmat kopi malam itu berubah menjadi ruang sosial yang mempertemukan banyak cerita. Gelak tawa, diskusi ringan, hingga perdebatan kecil soal strategi permainan menjadi warna tersendiri sepanjang pertandingan berlangsung.
Ketika peluit panjang berbunyi dan layar mulai menampilkan ulasan pertandingan, satu per satu pengunjung bersiap pulang.
Namun mereka membawa lebih dari sekadar hasil pertandingan.
Ada rasa kebersamaan yang tumbuh dari malam sederhana di sebuah warung kopi, membuktikan bahwa sepak bola tak hanya soal menang atau kalah, melainkan juga tentang bagaimana olahraga mampu mendekatkan manusia satu sama lain.